Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

PENCETUS DAN PENYEBAB ALERGI

  • Dalam dekade terakhir ini ada kecenderungan kasus alergi pada anak meningkat. Masalah alergi akan menjadi masalah yang cukup dominan kesehatan  di masa depan. Kasus alergi pada anak belum banyak diperhatikan secara baik dan benar baik oleh para orang tua atau sebagian kalangan dokter sekalipun.
  • Penatalaksanaan Alergi pada anak diharapkan dilakukan dengan paripurna dan menyeluruh sehingga kesalahan diagnosis atau kesalahan penanganan  serta komplikasi yang dapat ditimbulkan dapat dicegah.
  • Permasalahan timbul karena mencari penyebab dan pencetus alergi makanan tidak mudah. Karena berbagai pemeriksaan alergi ternyata akurasi dan spesifitasnya sangat rendah. Hal inilah yang tampaknya menjadi penyebab utama mengapa kasus alergi sulit sekali dalam mengatasinya. Untuk mempermudah penanganan alergi harus dipahami perbedaan antara penyebab dan pencetus alergi.
  • Pemeriksaan alergi berupa tes kulit, dan RAST  sangat terbatas sebagai alat diagnosis.Sehingga sebaiknya tidak boleh menghindari makanan penyebab alergi berdasarkan karena tes kulit alergi. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan alergi. Paling ideal dalam  mencegah timbulnya alergi adalah menghindari pencetus atau penyebabnya .  
  


PENYEBAB ALERGI :
  • MAKANAN
  • HIRUPAN
  • KONTAK KULIT
  • OBAT-OBATAN
PEMICU ALERGI :
  • INFEKSI (panas, batuk, pilek)
  • AKTIFITAS MENINGKAT (menangis, berlari,  tertewa keras)
  • UDARA DINGIN
  • UDARA PANAS
  • MINUMAN  DINGIN
  • STRES
  • GANGGUAN HORMONAL: (kehamilan, menstruasi)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  :
  • GENETIK (menurun dari orangtua)
  • IMATURITAS SALURAN CERNA (Ketidakmatangan saluran cerna)
  • PAPARAN (kontak terhadap penyebab alergi)
PENYEBAB ALERGI
  • Alergi pada pernapasan  sering ditimbulkan oleh adanya penyebab seperti hirupan dan makanan. Pada bayi dan anak makanan adalah sebagai penyebab yang utama sedangkan pada orang dewasa/tua pengaruh makanan semakin berkurang. Penyebab lainnya adalah hirupan seperti debu, serbuk sari bunga, bulu binatang, tungau (pada kasur kapuk).
  • Pada berbagai gangguan alergi tampaknya alergi makanan berperanan paling utama sebagai penyebab. Alergi makanan dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh.
  • Tetapi pada kenyataan sehari-hari sebagian besar masyarakat bahkan sebagian klinisi masih sering menganggap debu sebagai biangkeladi penyebabnya. Hal ini terjadi karena pada umumnya tes kulit alergi yang sering terdeteksi adalah debu dan tungau sedangkan makanan sering negatif. Hal ini terjadi karena pada tes kulit yang terdeteksi hanyalah penyebab alergi reaksi cepat  atau kurang dari  8 jam. Sedangkan penyebab alergi yang masuk kategori reaksi lambat atau lebih dari 8 jam seperti sebagain besar makanan seringkali hasilnya negatif, Hal negatif ini bukan berarti penderita tidak alergi makanan.
UNTUK MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI
  • Untuk memastikan penyebab alergi makanan bukan dengan tes kulit. Tes alergi hanya bisa memastikan invidu mempunyai bakat alergi, bukan memastikan penyebab alergi. Diagnosis alergi makanan dibuat berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi dan dengan  eliminasi dan provokasi. Untuk memastikan makanan penyebab alergi harus menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis  dan biaya yang tidak sedikit.
  • Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy Center Rumah Sakit Bunda Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana”.

PENCETUS ALERGI
  • Timbulnya gejala alergi bukan saja dipengaruhi oleh penyebab alergi, tapi juga dipengaruhi oleh pencetus alergi. Beberapa hal yang menyulut atau mencetuskan timbulnya alergi disebut faktor pencetus.
  • Faktor pencetus tersebut dapat berupa faktor fisik seperti dingin, panas atau hujan, kelelahan, aktifitas berlebihan tertawa, menangis, berlari,olahraga. Faktor psikis berupa kecemasan, sedih, stress atau ketakutan.
  • Faktor hormonal juga memicu terjadinya alergi pada orang dewasa. Faktor gangguan kesimbangan hormonal itu berpengaruh sebagai pemicu alergi biasanya terjadi saat kehamilan dan menstruasi. Sehingga banyak ibu hamil mengeluh batuk lama, gatal-gatal dan asma terjadi terus menerus selama kehamilan. Demikian juga saat mentruasi seringkali seorang wanita mengeluh sakit kepala, nyeri perut dan sebagainya.
  • Faktor pencetus sebetulnya bukan penyebab  serangan alergi, tetapi menyulut terjadinya serangan alergi. Bila mengkonsumsi makanan penyebab alergi disertai dengan adanya pencetus  maka  keluhan atau gejala alergi  yang timbul jadi lebih berat. Tetapi bila tidak mengkonsumsi makanan penyebab alergi meskipun terdapat pencetus, keluhan alergi tidak akan muncul. Pencetus alergi tidak akan berarti bila penyebab alergi makanan dikendalikan.
  • Hal ini yang dapat menjelaskan kenapa suatu ketika meskipun dingin, kehujanan,  kelelahan atau aktifitas berlebihan  seorang penderita asma tidak kambuh. Karena saat itu penderita tersebut sementara terhindar dari penyebab alergi seperti makanan, debu dan sebagainya. Namun bila mengkonsumsi makanan penyebab alergi bila terkena dingin atau terkena pencetus lainnya keluhan alergi yang timbul lebih berat. Jadi pendapat tentang adanya alergi dingin mungkin keliru.

BENARKAH DEBU DAN DINGIN SEBAGAI PENYEBAB ALERGI YANG UTAMA
  • Debu yang paling sering dianggap sebagai penyebab alergi adalah debu rumah atau ”house dust”. Debu di luar rumah jarang dianggap sebagai penyebab alergi.
  • Bila dicermati debu yang selama ini dianggap sebagai biang keladi penyebab alergi mungkin bisa disangsikankan.  Hal ini dapat dibuktikan bahwa keluhan alergi seperti batuk dan pilek seringkali timbul saat malam dan pagi hari. Padahal saat malam dan pagi hari debu lebih sedikit.  Reaksi alergi karena debu adalah reaksi cepat yang seharusnya lebih banyak timbul saat siang hari saat aktifitas. Fakta lain juga terjadi banyak orangtua yang telah membersihkan semua debu, boneka, karpet dan dipasang air condition plasma cluster tetapi ternyata gejala alergi batuk dan pilek tidak kunjung hilang.
  • Debu bisa dapat menimbulkan alergi bila dalam jumlah yang cukup besar seperti bila masuk gudang, rumah yang tidak ditinggali lebih dari seminggu, saat bongkar-bongkar kamar atau saat menyapu. 
  • Dingin atau AC sering juga dianggap biang keladi penyebabnya. Mungkin memang benar dingin sebagai pemicu atau memperberat gangguan yang sudah ada. Tetapi pendapat ini tidak sepenuhnya benar karena banyak penderita alergi batuk saat tidur siang dengan AC yang sangat dingin tidak timbul gejala batuk tersebut. Hingga saat ini masih belum diketahui mengapa gejala alergi atau asma sering timbul saat malam hari. Diduga peranan hormonal sirkadial yang mengakibatkan fenomena gejala saat malam dan pagi hari lebih sering  terjadi.
  • Fakta tersebut di atas lebih menunjukkan bahwa makanan sangat mungkin berperanan dalam kejadian alergi. Proses terjadinya alergi makanan sebagian besar menimbulkan reaksi lambat, gejala timbul setelah 6-8 jam terpapar makanan tertentu seperti ayam, telor, jeruk, coklat dan sebagainya. Sebagian kecil makanan menunjukkan reaksi cepat atau kurang dari 8 jam seperti ikan laut, kacang, mangga dan buah-buahn tertentu lainnya.

Rabu, 11 Januari 2012

A-Z Dana Pendidikan

A-Z Dana Pendidikan
Foto: Getty Images

Dana pendidikan untuk anak sudah pasti penting, namun sudah siapkah orangtua berhadapan inflasi? Simak tanya jawab NOVA dengan Mike Rini Sutikno, CFP , perencana keuangan dari MRE Financial & Business Advisory.
T: Berapa persen kenaikan biaya pendidikan rata-rata pertahun di Indonesia? Faktor apa saja yang memengaruhi kenaikan tersebut?
J: Saat ini, rasanya sulit menemukan sekolah yang tidak menaikkan biaya masuk sekolah (uang pangkal) maupun iuran sekolah. Di Indonesia, kenaikan biaya tersebut biasa terjadi setiap tahun. Kenaikan biaya sekolah berbeda-beda, tergantung kebijaksanaan sekolah masing-masing. Besaran kenaikan biaya masuk sekolah dan iurannya bervariasi antara 6 persen hingga 20 persen per tahun.
Faktor pertama yang memengaruhi biaya pendidikan antara lain inflasi. Inflasi menjadi pemacu kenaikan biaya pendidikan tersebut. Kenaikan kebutuhan pokok seperti beras, tepung, telur dan lain-lain membuat daya beli masyarakat menurun termasuk guru. Akibatnya, sekolah pun menaikkan gaji guru. Demikian juga kebutuhan biaya pemeliharaan fasilitas sekolah lain yang meningkat. Semua itu tentu mengakibatkan kenaikan biaya pendidikan.
Kedua, adanya keinginan masyarakat untuk memberikan pendidikan yang bermutu/berkualitas bagi anak-anak mereka, tidak peduli berapa pun harga yang harus dibayar.
Ketiga, sekolah juga berlomba-lomba memberikan standar pendidikan berkualitas karena permintaan masyarakat. Untuk meningkatkan standar kualitas pendidikan, tentu perlu biaya tambahan yang tidak sedikit. Maka dari itu, sekolah membebankannya pada para orangtua melalui uang pangkal dan iuran sekolah. Contohnya sekolah bertaraf nasional atau internasional. Banyaknya populasi anak-anak usia sekolah juga akan meningkatkan permintaan akan jasa pendidikan.
T:  Apa saja instrumen keuangan yang bisa dipilih untuk menyiapkan dana kesehatan anak dan berapa dana yang sebaiknya dialokasikan?
J: Jika harus menyiapkan dana kesehatan, terutama anak, kita dapat membeli polis asuransi yang memberikan perlindungan biaya kesehatan pada biaya inap rumah sakit saja. Sedangkan untuk biaya rawat jalan, kita dapat menyediakan dana yang di tempatkan pada tabungan saja.
Jangan tempatkan dana kesehatan ini pada instrumen yang tidak likuid (tidak mudah kita jual) dan mempunyai risiko besar. Karena biasanya untuk rawat jalan biaya yang kita keluarkan relatif kecil sehingga dapat kita tanggung. Dana yang kita alokasikan untuk asuransi jiwa dan perlindungan dana kesehatan ini biasanya sekitar 10-15 persen dari pendapatan. Kita dapat membeli Asuransi kesehatan murni atau  membeli asuransi jiwa yang men-cover risiko kesehatan dan penyakit kritis.
T: Berapa presentase dari penghasilan yang sebaiknya dialokasikan untuk dana pendidikan anak, misalnya jika orangtua merencanakan biaya pendidikan dari usia 0 tahun hingga perguruan tinggi?
J: Selain menghitung berapa dana yang harus kita alokasikan setiap bulannya, kita juga harus mengetahui berapa besar dana yang kita butuhkan untuk pendidikan buah hati kita serta mengetahui biaya pendidikan di sekolah/universitas di mana anak kita akan menuntut ilmu.
Setelah mengetahui biaya pendidikan di masing-masing sekolah, kita harus mengetahui perkiraan biaya pendidikan di masa yang akan datang. Setelah itu, kita dapat mencari berapa dana yang akan kita alokasikan setiap bulannya untuk biaya pendidikan anak kita. Contoh anak kita berusia 0 tahun, asumsi kenaikan biaya pendidikan 15 persen. ( lihat tabel, Red )
Jadi, total alokasi per bulan yang harus kita siapkan untuk biaya pendidikan buah hati adalah sebesar Rp 2.168.000. Biasanya, dana yang kita siapkan sekitar 10 s/d 20 persen dari pendapatan kita, tetapi apakah alokasi dana setiap bulannya dapat mencapai tujuan biaya pendidikan di lembaga pendidikan yang kita inginkan? Jika tidak, kita dapat mencari tambahan pendapatan, atau mungkin kita memilih alternatif lembaga pendidikan yang lain.
T: Kapan sebaiknya mulai menyiapkan dana pendidikan anak?
Secepat mungkin. Semakin cepat orangtua menyiapkan dana pendidikan, semakin kecil uang yang mereka harus siapkan setiap bulannya. Misalnya, dana yang dibutuhkan untuk masuk SMP 10 tahun mendatang sebesar Rp 75 juta, dengan asumsi hasil investasi sebesar 15 persen. Jika kita menyiapkan dana pendidikan tersebut 3 tahun sebelum masuk SMP, maka kita harus menabung sekitar Rp 1.650.000 per bulan. Sementara kalau kita menyiapkan dana tersebut 10 tahun sebelumnya, maka kita hanya menyiapkan sebesar  Rp 270.000. Jauh lebih ringan, kan?
T: Lebih baik mana antara asuransi dan tabungan? Apa kelebihan dan kekurangan masing masing?
J: Asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing. Sebenarnya, keduanya sama-sama menguntungkan, namun optimal atau tidaknya tergantung dari  profil si pengguna. Dengan kata lain, kebutuhan dan kondisi keuangan si pengguna. 
Pada tabungan pendidikan, tetap ada asuransi, tetapi yang dijamin hanya untuk target dana yang akan diperoleh. Jadi, jika nasabah meninggal, ahli waris akan mendapatkan dana yang menjadi tujuan si nasabah. Sedangkan pada asuransi pendidikan, jika tertanggung meninggal, maka si ahli waris akan mendapatkan dana sebesar uang pertanggungannya serta hasil investasinya.
Tabungan pendidikan cocok dipakai untuk mempersiapkan dana pendidikan dalam jangka waktu pendek antara 2-5 tahun, karena hasil yang diberikan hanya sekitar 3-7 persen gross. Sedangkan asuransi pendidikan memberikan hasil yang lebih besar dari tabungan pendidikan, karena ditempatkan pada reksadana.
Dalam jangka waktu pendek, tabungan akan memberikan jaminan hasil yang akan diperoleh sedangkan asuransi tidak. Pada tabungan, tidak terdapat biaya yang besar biasanya hanya biaya administrasi. Sedangkan pada asuransi ada biaya akuisisi yang cukup besar dan biasanya dipotong hingga tahun ke enam. Selain itu pada asuransi pendidikan terdapat biaya asuransi, sedangkan pada tabungan pendidikan biaya asuransinya ditanggung oleh bank.
T: Selain tabungan dan asuransi, portofolio apalagi yang bisa dijadikan pilihan? Bagaimana dengan saham atau emas?
J: Emas dan saham dapat juga dijadikan investasi untuk menyiapkan pendidikan anak. Tetapi, pada emas kita mempunyai kesulitan pada penyimpanannya. Kita perlu berhati-hati untuk menyimpannya.  Kita dapat menyimpan di safe deposit box, tapi itu memerlukan biaya. Pada emas perhiasan, jika kita jual akan dipotong biaya peleburan, sehingga hasil investasinya tidak maksimal. Sedangkan  pada instrumen saham, kita perlu pengetahuan untuk dapat menguasai investasi pada saham. Kita harus mengetahui kinerja emiten (perusahaan yang menerbitkan saham) dari saham yang akan kita beli, sehingga kita memiliki saham yang bagus untuk disimpan.
69,2 Persen
Sudah Menyiapkan
Situs KONTAN (www.kontan.co.id) pernah mengadakan survei medio Mei 2011 mengenai kesiapan dana pendidikan anak. Hasilnya cukup menggembirakan. Dari 250 responden yang sudah menikah, sebanyak 69,2 persen sudah mempersiapkan dana pendidikan anaknya hingga sarjana strata 1 (S1). Ditelaah lebih mendalam, dana yang disiapkan responden hingga anak lulus S1 cukup beragam. Sebanyak 22,4 persen menyiapkan dana hingga Rp 200 juta-300 juta, 18,8 persen menargetkan Rp 100 juta-Rp 200 juta, dan 2 persen yang memang berniat menyekolahkan di luar negeri, menyiapkan dana di atas Rp 1 miliar.
Ragam cara digunakan para responden untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Sebanyak 39,6 persen menyiapkannya lewat asuransi pendidikan, 28,8 persen dalam bentuk tabungan pendidikan, 7,2 persen berbentuk investasi di emas, 6 persen memilih investasi properti, reksadana digunakan 5,2 persen responden, sisanya dalam bentuk lain-lain.
 Hasto Prianggoro, Astrid Isnawati

Rabu, 23 November 2011

Manfaat Musik Bagi Bayi

 Apakah Bunda membiasakan mendengarkan musik untuk bayi yang masih dikandung? Bila iya, jangan hentikan kebiasaan Bunda mendengarkan musik untuk bayi Anda sampai dia terlahir. Ternyata musik tidak hanya baik bagi janin yang masih dikandung, tapi juga baik bagi perkembangan bayi yang baru lahir hingga berusia setahun.  Mau tahu apa saja manfaat musik bagi bayi Anda?

Apakah Bunda membiasakan mendengarkan musik untuk bayi yang masih dikandung? Bila iya, jangan hentikan kebiasaan Bunda mendengarkan musik untuk bayi Anda sampai dia terlahir. Ternyata musik tidak hanya baik bagi janin yang masih dikandung, tapi juga baik bagi perkembangan bayi yang baru lahir hingga berusia setahun.  Mau tahu apa saja manfaat musik bagi bayi Anda? 
 
Ternyata kebiasaan mendengarkan musik dapat membangkitkan ingatan bayi.  Ingatan tersebut bukan hanya bersifat objektifnya saja, namun subjektifnya juga.
 
Kebiasaan mendengarkan musik juga berpengaruh pada keterampilan berbahasanya. Musik dapat membuat anak lebih cepat menambah kosakatanya.
 
Menurut hasil penelitian dari University of California-Irvine, Amerika Serikat menunjukan bahwa anak yang terbiasa mendengarkan musik, tingkat kecerdasan ruangnya meningkat sekitar 46% dibanding anak-anak yang tidak terbiasa mendengarkan musik semasa bayinya.
 
Catatan:
- Pilihlah musik yang cocok untuk usia bayi Anda.
- Aturlah volume musik dengan pas, jangan terlalu kencang.
- Pilihlah waktu yang pas untuk menstimulasi bayi Anda. Misalnya pada saat bayi terjaga, misalnya pada saat setelah mandi. 
- Biarkan bayi mengikuti alunan musik, seperti ikut bergumam atau bergerak-gerak mengikuti irama musik.

Tips Mencuci Baju Bayi


Mencuci baju bayi dan balita tentu berbeda dengan baju orang dewasa. Kulit bayi yang masih sensitif tidak seperti orang dewasa, sehingga bila sembarangan dalam cara mencuci pakaiannya bisa menimbulkan alergi pada kulitnya.


Nah, berikut ini ada beberapa tips dalam mencuci pakaian bayi, diantaranya:

Pemilihan detergen dan pelembut pakaian
Perhatikan pemilihan detergen maupun pelembut pakaian yang akan digunakan untuk pakaian bayi dan balita. Gunakanlah detergen yang aman untuk bayi. Biasanya pada kemasan produk akan tertera tulisan aman untuk bayi. Bila terjadi reaksi alergi segera konsultasi pada dokter.

Cuci pakaian baru sebelum pakai
Setelah membeli baju baru, jangan langsung dikenakan pada bayi Anda. Cucilah baju tersebut agar steril dan aman dipakai.

Hindari penggunaan pemutih
Sebisa mungkin hindarilah penggunaan pemutih maupun detergen yang menggunakan pemutih. Kandungan bahan kimia pada pemutih bisa berisiko menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

Cara mencuci baju:
- Sebelum mencuci baju bayi, pilahlah baju yang akan dicuci. Pisahkan pakaian yang terkena kotoran, tinja ataupun muntahan bayi.
- Bersihkan dulu pakaian yang terkena kotoran di air mengalir.  Bila noda masih membandel, rendam dahulu menggunakan detergen pada bak terpisah.
- Bila dirasa noda sudah hilang, pakaian tersebut bisa digabung bersama cucian bayi lainnya. 
- Jangan lupa pisahkan baju berdasarkan warnanya agar tidak terkena luntur.

Takaran Konsumsi Garam untuk si Kecil

 Tanpa garam, masakan tentunya tidaklah lengkap dan terasa hambar. Si kecil juga tentunya suka mengonsumsi makanan yang mengandung garam. Tapi tahukah Bunda berapa takaran garam yang pas untuk si kecil? Pasalnya kelebihan atau kekurangan konsumsi garam tidak baik untuk pertumbuhan si kecil.
 


Kekurangan konsumsi garam si kecil akan kekurangan yodium yang terdapat pada garam, zat tersebut berfungsi untuk perkembangan intelegensianya. Namun jangan terlalu berlebihan pula, karena bila kelebihan garam dapat meningkatkan tekanan darah. Kelebihan asupan garam tersebut dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Tidak hanya itu, asupan garam yang terlalu banyak juga dapat membuat anak kegemukan karena sodium mengikat lemak dalam tubuh.

Menurut Consensus Action on Salt and Health, batas maksimal konsumsi garam yang dianjurkan untuk anak-anak adalah sebagai berikut:

 
 
Catatan: 
2300 miligram setara dengan satu sendok teh.

BLW = kurang gizi ?

Hmmm.. Sering banget denger kata-kata begitu bayi mulai makan, harus dikasih makan puree supaya dia cukuo gizinya, dll dll.. Begitupun mindset orang tua kita.. Begitu bayi mulai dikasih solid food, harus bisa bikin bayi kenyang, supaya gizinya tercukupi dan lain sebagainya.
Tapi smakin banyak yang dipelajarin dan terlebih karena aku milih kasih baby K makan dengan metode Baby Led Weaning (BLW), aku jadi menemukan bahwa banyak yang menyatakan bayi, dibawah 1 tahun gizinya masih dicukupi oleh ASI (bagi bayi yang masih diberikan ASI tanpa ada campuran sufor). Baru pelan-pelan nantinya peranan makanan akan bertambah sehingga mulai mencukupi gizi anak tersebut ketika ia sudah berumur 1 tahun keatas.
Kalau dipikir-pikir.. Iya juga yah MPASI itu adalah Makanan Pendamping ASI.. Jadi otomatis utamanya ya tetep ASI. Nah kenapa juga mikir kalo anak gak dikasih makan atau gak makan, dia bakalan kurang gizi. Sudah terbukti, anak diberi ASIX saja selama 6 bulan, gizinya ter
Terbitkan Entri
penuhi. Tetep sehat dan tumbuh dengan baik. Jadi kenapa ketika anak lepas dari ASIX dan masuk ke masa MPASI langsung mindset orangtuanya berubah "kalau gak makan, jadi kurang gizi".
Well.. Believe it or not.. Itu yang sering kejadian. Dan memang.. Seiring perjalanan ngasih baby K makan dengan metode BLW banyak yang jadi sangsi. Apalagi baby K juga termasuk bayi yang mungil. Beratnya di usia 7 bulan ini aja baru 6kg kurang sedikit. Jadi suka ada aja orang yang ngebanding-bandingin berat badan baby K dengan bayi lain atau nganggep dia gak sehat alias kurang gizi.. Kurus bukan berarti kurang gizi. Gemuk juga bukan berarti sehat.. CAMKAN ITU!!
Tren berat badan baby K tiap bulan slalu ada kenaikan koq. Walaupun memang gak sebanyak bayi yang lain. Tapi bukan berarti juga dia gak sehat loh. Kita sampe ke 2 dokter, dan dua-duanya menyatakan kalo baby K itu sehat.
Nah balik lagi ke metode BLW.. Seperti yang udah pernah aku tulis, metode BLW itu termasuk metode yang baru. Jadi masih banyak pro dan kontra. Apalagi untuk orang Indonesia yang juga banyak percaya sama istilah "katanya". Jadi dikit-dikit percaya sama "katanya si ini", "katanya si itu", dll.
Dalam menerapkan metode BLW, yang paling pertama harus dilakuin ya rubah mindset kalo gak makan=kurang gizi. Karena di awal, ketika bayi mulai BLW, kebanyakan dari mereka belum mulai makan. Karena namanya juga masih asing dgn makanan, jadi mereka belum mulai masukin makanan ke mulut.
Awalnya bayi akan eksplor makanannya itu. Dari dia pegang-pegang, dia perhatiin, dan sering ujung-ujungnya dia lempar. Makanya.. Harus ekstra sabar kalo liat bayi lempar-lempar makanan diawal BLW.
Tapi lama-lama dia akan belajar, kalo dia dikasih makanan, itu buat dimakan. Dan cara makannya supaya gak keselek ya dikunyah dulu. Too good to be true yah.. Well percaya deh.. Bayi itu amat sangat cerdas. Jadi dia akan belajar banyak. Apalagi dengan metode ini, dia akan belajar untuk eksplorasi dulu makanannya, sedangkan jika bayi dikasih makan puree, boro-boro bisa eksplorasi, karena makanannya bentuknya hanya puree dan bubur saja.
Dari yang aku perhatiin di baby K.. Kemampuan sensorik halusnya cepet banget berkembang. Bahkan diusia yg 7 bulan ini, dia sudah bisa dengan cepet ngambil kertas yang tergeletak diatas meja. Padahal kertas itu kan tipis banget. Untuk ukuran bayi, masih agak susah. Tapi baby K cepet banget bisa ngambil.
Dan yang paling menyenangkan.. Alhamdulillah sampai detik ini baby K gak pernah yang namanya GTM alias gerakan tutup mulut. Apapun makanan yang kita kasih ke dia, slalu dia makan. Dan dia makan pun gak susah dan ribet. Kegiatan makan selalu jadi kegiatan yang menyenangkan buat baby K. Jadi gak perlu tuh harus nyanyi-nyanyi untuk ngiringin baby K makan atau kasih pengalih perhatian supaya dia mau makan. Sekarang cukup dia duduk di high chair, di bacain doa sebelum makan, dia langsung senyum dan gerak-gerakin tangannya seneng. Abis itu ditaro makanan di tray-nya langsung dia ambil dan dimakan deh. Kalau makanannya untuk pengalaman pertama, suka dilihat-lihat dan di eksplor dulu sama dia. Tapi kalau sudah pernah, biasanya cuma dilihat trus gak lama dimakan deh.
Dan senengnya lagi gak usah repot-repot kalo mau pergi sama baby K. Tinggal kukus, potong sesuai pegangan trus bawa deh. Gak ribet harus saring-saring/blender-blender dulu.
Emang dalam ngasih makanan ke baby K, masih sering juga di suapin karena orang tua aku suka khawatir "baby K kelaperan". Tapi walaupun disuapin, makanannya tetep softcooked dan gak dihalusin. Jadi dia tetep ada proses ngunyah dulu. Akupun kadang-kadang kalau pergi sama baby K lebih milih suapin dibanding baby K yang makan sendiri. Karena pergi beberapa kali sendirian, jadi biar cepet aja.. Hehehe..
Nah setelah 1 bulan baby K makan dengan metode BLW ini, berat badan baby K tetep naik koq.. Malah naik 800gr. Dia aktif, perkembangan bagus dan dinyatakan oleh dokternya kalau dia sehat. Jadi apa iya kalau kasih MPASI dengan metode BLw itu = kurang gizi?

Hidup Sehat Bersama Anak Alergi

Ini adalah sesi kedua dari talkshow "Deteksi Dini dan Penaganan Alergi Pada Anak".. Pembicaranya kali ini adalah Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi.
Ada juga slide-slidenya.. Aku tulis rangkumannya aja yaa..
Anak Sehat.. Seorang anak dikatakan sehat jika ia sehat secara fisik, sehat kognitif dan juga sehat emosi-sosial-moral.
Yang disebut sehat fisik meliputi : tinggi badan, berat badan, lingkar kepala dan organ tubuh.
Sehat Kognitif : Cerdas dan Kreatif. Meliputi kemampuan untuk mengenali, mengerti, mengingat ; membandingkan, mencocokkan ; menggabungkan, merangkai ; mengekspresikan ; menghasilkan ide, pengetahuan, keterampilan baru.
Sehat Emosi-Sosial-Moral antara lain : gembira, berani, optimis, percaya diri; eksplorasi lingkungan ; kendali diri ; penyesuaian diri dengan orang dan lingkungan ; empati ; mengerti baik-buruk, benar-salah, boleh-tidak boleh.
Sikap yang perlu dilakukan oleh keluarga supaya anak dapat sehat fisik, kognitif dan emosi-sosial adalah :
- Tenang, sabar tapi gembira.
- Ciptakan rasa aman, suasana nyaman, gembira.
- Bangkitkan percaya diri, optimis, keberanian anak.
- Komunikasi, dialog, dengarkan keinginan/pendapat anak.
- Beri contoh : benar-salah, baik-buruk, boleh-tidak boleh.
- Beri kebebasan berpendapat dan berbuat yang positif.
- Fasilitasi ide-ide anak sehingga terwujud.
- Beri tantangan dan harapan, bukan paksaan.
- Beri penghargaan dan pujian.
Faktor utama untuk mengembangkan Kecerdasan, Kreativitas dan Perilaku Anak adalah :
1. Nutrisi : ASI, nutrisi lengkap dan seimbang.
2. Pola Pengasuhan : Kasih sayang + stimulasi bermain.
Jika ada riwayat alergi pada bayi, saudara kandung atau ayah ibu, sebaiknya tunda makanan yang sering menimbulkan alergi.
Gejala bayi alergi atau intoleran terhadap makanan antara lain :
- Mencret, kembung, kotoran bayi lebih cair.
- Buang air lebih sering dari biasanya, tetapi tidak disertai lendir atau darah.
- Bayi lebih rewel karena rasa tidak nyaman pada perut (kembung, mulas)
- Gatal, biduran atau eksim pada kulit.
Bila bayi alergi terhadap makanan: segera hentikan makanan tersebut; untuk meyakinkan, coba lagi selang beberapa hari; bila timbul gejala yang sama, berarti kemungkinan besar karena makanan tersebut.

Deteksi Dini & Penanganan Alergi pada Anak

Deteksi dan Penanganan Dini Alergi pada Anak oleh Dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K)

Alergi adalah penyakit sistemik yang bisa mempengaruhi sistem kerja seluruh tubuh.

Penyakit alergi hanya mengenai anak yang mempunyai bakat alergi yang disebut atopik. Artinya ada bakat atopik/alergi yang diturunkan oleh salah satu atau kedua orangtuanya.

Reaksi Alergi disebabkan oleh beberapa sebab antara lain:

  • Faktor lingkungan (Alergen, Infeksi, Polusi, Aktivitas fisik, dll)
  • Faktor Risiko (Riwayat keluarga alergi, merokok waktu hamil/lingkungan, tidak dapat ASI, polusi, diet, dll)
ASIX selama minimal 6 bulan yang kemudian dilanjutkan sampai 2 tahun dapat menangkal alergi karena saluran cerna anak sudah matang dan memiliki banyak kelebihan lain yang tidak dapat disaingi oleh susu manapun. Dan pemberian ASIX pada bayi amatlah penting untuk ibu yang memiliki resiko alergi.

Alergen (penyebab alergi) :
  • Keju, susu, telur
  • Tungau
  • Binatang piaraan (kucing, anjing, dll)
  • Lebah
  • Obat-obatan
Intoleransi susu sapi tidak ada hubungannya dengan alergi.

Jenis makanan yang jarang menimbulkan alergi antara lain : ayam, tomat, jeruk, sayur-sayuran.

Food Alergy Diagnosis :
  1. Disease History
  2. Daily Diet Record
  3. Skin Test
  4. Specific Ig-E with RAST (Radio Allergo Sorbent Test)
  5. Ellimination of suspected allergen
Mengenal Tanda-tanda Alergi :
  • Mata (ada kerutan-kerutan dibawah mata)
  • Hidung agak besar (Salam Alergi)
  • Lidah seperti peta (Geographic Tounge)
  • Mulut terbuka (Penyebab sering radang tenggorokan)
  • Garis-garis di hidung
Beberapa jenis penyakit alergi pada anak :

- Asma bronkial
Atau sering dikenal dengan istilah bengek adalah suatu penyakit kronis yang ditandai adanya peningkatan kepekaan saluran napas terhadap rangsang dari luar (debu, serbuk bunga, udara dingin, makanan, dll) yang menyebabkan penyempitan saluran napas yang meluas dan dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan.

Gejala khas asma adalah sesak napas yang berulang disertai napas yang berbunyi. Biasanya terjadi setelah 4-8 jam kontak dengan bahan allergen seperti debu rumah, tungau (mite), serbuk bunga, bulu binatang, dll. Gejala asma juga dapat dicetuskan oleh latihan fisik (exercise induced asthm
a) dan bila banyak tertawa.
- Rintis Alergika
Adalah suatu gejala alergi yang terjadi pada hidung. Gejalanya berupa bersin-bersin disertai dengan gatal-gatal pada hidung dengan ingus encer. Gejala ini sering disertai gejala hidung tersumbat yang menyebabkan anak rewel dan sulit tidur. Gejala gejala gatal, merah dan berair pada mata sering menyertai rintis alergika.
- Urtikaria
Sering dikenal dengan nama bidur/kaligata. Merupakan suatu kelainan alergi pada kulit yang berbentuk bentol berwarna merah disertai rasa gatal dengan ukuran diameter yang bervariasi dari 2 milimeter sampai beberapa sentimeter.

- Dermatitis Atopik
Adalah suatu gejala eksim terutama timbul pada masa kanak-kanak. Sering dijumpai pada anak-anak yang tidak dapat ASIX.

- Konjungtivitis Alergika
Adalah suatu bentuk kelainan alergi pada mata yang mengenai kedua mata dan terjadi berulang. Gejalanya yanitu berupa gatal kemerahan. Banyak keluar air mata dan penglihatan silau. Kadang-kadang penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal pada mata.

Untuk menghilangkan gejala biasanya diberikan obat tetes mata golongan steroid dosis rendah.
- Alergi makanan
Merupakan salah satu masalah alergi yang penting pada anak. Allergen antara lain : Susu sapi, Telur, Kacang Tanah dan Seafood.

Susu sapi dapat menimbulkan reaksi alergi dengan gejala-gejala pada saluran cerna seperti diare dan muntah.

Telur ayam juga sering merupakan allergen yang penting terhadap anak yang menderita dermatitis atopik.

Ikan merupakan allergen yang kuat, terutama ikan laut. Bentuk reaksi allergen yang sring ialah berupa urtikaria atau asma. Jenis makanan laut lain yang sering menimbulkan alergi adalah udang kecil, udang besar (lobster) dan kepiting.

Tindakan Pencegahan Alergi
Ada 3 hal utama dalam tindakan pencegahan yaitu penghindaran, cara hidup yang baik serta pemakaian obat-obatan.

Tindakan penghindaran akan berhasil bila penyebab/pencetus terjadinya alergi diketahui. Salah satu caranya adalah dengan melakukan uji kulit (test alergi)

Cara hidup yang baik perlu diperhatikan pada penderita alergi yaitu cukup istirahat, olahraga yang teratur, disiplin dalam diet yang ditetapkan serta hidup dalam lingkungan dengan zat alergen yang minimal.

Obat-obatan pencegahan diberikan pada penderita alergi yang kronis/berat yang sering kambuh. Pemberian imunoterapi/desensitisasi (pengebalan terhadap allergen) hanya berhasil bila penderita hanya mempunyai alergi terhadap satu zat saja.

Pencegahan Dini Sebelum Terjadi Gejala Alergi
- Menghindari asap rokok, terutama ketika sedang hamil
- Pemberian ASI Eksklusif
- Penghindaran terhadap makanan yang hiperalergenik
- Penghindaran alergen yang berasal dari lingkungan

FAX Baby Led Weaning

apa itu Baby-Led Weaning (BLW)?
salah satu metode MPASI yang goalnya untuk gradually weaning bayi dari full milk-diet to solid-diet. bedanya, di BLW, bayinya in a way, milih sendiri untuk makan apa, berapa banyak, dll. perbedaan paling besar antara tradisional MPASI dan BLW adalah: bayi tidak dikasih puree. 

Apa sih keuntungan BLW?
keuntungan BLW menurut gue:
  • waktu makan menyenangkan, karena lebih kayak eksplorasi... makanannya dimainin, dipengang2, dicium2, dimasukin mulut... seru gitu.
  • ga repot masaknya (maklum, gue maleees banget masak makanan bayi)
  • seperti kata ditut, di umur 1 taun, aina udah makan pake utensils sendiri. dan relatively rapi. jadi buat ART-less ibu rumah tangga kayak gue, convenient banget.
  • kalo diajak nyobain makanan baru, biasanya bukannya nolak, malah excited pengen... berasa seru kali ya?
  • ga repot kalo traveling... soalnya ga usah bikin bubur atau grinding buah/sayur
  • aina turned out to be food lover... dari kecil udah makan yang aneh2 dan suka macem2: dari goat cheese, balut, ink squid pasta, etc.
  • katanya, ini bisa mencegah obesitas di anak atau eating-disorder, karena dia sendiri yang memutuskan kapan harus berenti makan, kapan terus. jadi dia tau bates kenyang dan lapar dari masih kecil (katanyaaaaa....)

Gw juga kemaren baru baca2 nih tentang BLW, katanya intinya bayi belajar makan apa yang kita makan dan tidak disuapin. Jadi emang ga butuh sendok. Biarin aja anaknya makan apa yang dia pegang.
Pertama sih gw liat ih ko serem ya ntar bayinya keselek gimana ya?0__o ternyata itu juga salah satu ketakutan nenek dari seorang cucu yang ibunya pernah nerapin metode BLW dan pas dicoba dia nyaksiin sendiri anaknya bisa gtu nibble makanannya.
Trus gw juga baca BLW ini mengurangi kemungkinan anak GTM (gerakan tutup mulut) dan menjadi picky eater. Jadi gw yang suka berantem nyuapin anak gw jadi kepikiran...duh ini kayaknya cucok deh diterapin ma anak gw  (ibu ga sabaran nyahahaha)...kemaren sih gw baru ngasih potongan apel ke dia, dan dia tuh tertarik banget (selama ini di puree) di puter2, di examine, digigit2 kecil..hihih mungkin ntar gw gabungin sih BLW ini dengan metode yang gw tau selama ini.
Soalnya pada akhirnya sih mau pake metode apapun yang penting kita nyaman kan

Share Pict :

btw nih ada foto2 Atreyu lg makan dgn serius tongue
Ini contohnya yg kt para mama dsini, kalo perlu gak usah pake baju hahaha. Lagi makan jeruk, anak gw ntah belajar dr mana, kalo makan jeruk udah bisa langsung...tinggal kita keluarin bijinya. Jeruk lgs dimakan sama dia, kalo ampasnya sulit ditelen akan dilepeh. Alhamdulillah blm pernah keselek smile
http://i12.photobucket.com/albums/a245/caritachandra/Picture2-3.png


Yg ini makan pizza...nyolong pizza yg lg dimakan yangti-nya tongue sampe sekarang Atreyu belum muncul giginya...tp gusinya udah keras, dan dia gak males ngunyah. Kalo gw perhatiin makannya bisa sampe alus diolah sama gusi, lidah, dan liurnya. Utk makanan2 model gini, dia jg tau bener mana bagian yg mampu dia kunyah mana yg sulit, begitu dia tau dia blm mampu ngunyah, lagi2 akan dilepeh smile





http://i12.photobucket.com/albums/a245/caritachandra/Picture1-3.png 

Getting Started

Bayi yang dipimpin penyapihan adalah, harus dikatakan, sebuah istilah yang agak murahan hanya membiarkan bayi Anda sendiri pakan. Anda memotong makanan menjadi tongkat dikelola dan menawarkan hal itu, mereka makan. Ini benar-benar sangat sederhana.
  
Perbedaan utama antara BLW dan tradisional menyapih, ketika Anda berpikir tentang hal itu, berada di urutan bahwa anak-anak belajar makan. Dengan pure, mereka belajar untuk menelan pertama dan kemudian mengunyah, yang bekerja dengan baik sampai mereka bertemu benjolan. Dengan BLW, bayi belajar mengunyah dan menelan pertama mungkin datang beberapa waktu kemudian.

Ini 'bayi yang dipimpin' dalam arti bahwa Anda membiarkan mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan saat mereka belajar, dan sebagai orangtua Anda menahan keinginan untuk mendapatkan luka di knot tentang berapa banyak mereka makan, apakah mereka seperti makanan yang Anda pikir mereka ingin dan apakah itu smushed ke tirai terdekat. Yang utama adalah ... itu semua bersih baik (berantakan) menyenangkan.

Jika Anda suka memberikan mencobanya, berikut adalah beberapa tips dari orang tua yang berkontribusi untuk
Baby Led Weaning Forum 1. Memiliki pukat yang baik di internet untuk blog, info dan di klip video tertentu bayi BLW. Melihat mungil 6-bulan-tua bayi menghancurkan makanan mereka dan mendengar terengah-engah kekaguman dari orang tua bangga di belakang kamera (dan oleh orang tua saya maksud Ayah. Ini selalu Dad), akan melakukan rasa percaya diri Anda kekuatan yang baik.
   
2. Selanjutnya, melupakan 'makanan bayi'. Makanan makanan, asalkan Anda tidak menambahkan garam. Untuk mulai dengan, berpikir chip berukuran karena itu bentuk yang mudah untuk sedikit 6-bulan-anak usia untuk pegangan, tapi Anda akan segera pindah ke potongan yang lebih kecil seperti itu lebih menarik untuk anak mengembangkan pegangan menjepit.
   
3. Sebagai makanan pertama kebanyakan orang wortel uap, memotong mentimun, membuat jari roti panggang atau belok memotong bit mangga, hal semacam itu, tapi ingat jika tidak ada alasan apapun mengapa bayi Anda tidak dapat memiliki Spaghetti Bolognese tumpukan atau kentang tumbuk untuk menggali ke dalam jika itu yang sisa keluarga adalah memiliki.
   
4. Tidak mangkuk, mereka hanya meminta untuk heavenwards dilemparkan. Taruh makanan di baki kursi tinggi atau meja dan ingat, itu semua pengalaman belajar bagi bayi pada saat ini. Mereka benar-benar tidak peduli apakah pengalaman adalah 'oooooh, mangga di mulut saya' atau 'OOOOOOH, mangkuk terbang di seberang ruangan ".
   
5. Sebagai pemakan berpengalaman sendiri, Anda sudah memiliki semua 'peralatan' Anda harus memberi makan anak Anda, tetapi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Sebuah kursi tinggi yang mudah-ke-bersih adalah suatu keharusan, sehingga kepala ke Ikea untuk Antilop pound lima belas, yang bahkan akan cocok di kamar mandi untuk selang-down pada hari brokoli yang buruk.
   
6. Tidak akan berantakan, oh ya akan ada, jadi jika Anda menyapih di musim panas jangan takut untuk makan di luar atau semi-telanjang (dan bayi juga, jika Anda suka, hem hem) dan untuk musim dingin Ikea dan penerima informasi Tommee membuat besar menutupi semua dan pelikan oto.
   
7. Puting menghapus taplak meja bersih di bawah kursi tinggi-adalah ide yang baik jika Anda memiliki karpet dan beberapa orang menemukan bahwa pemotong belok ini berguna untuk membuat makanan ekstra-grippable.
   
8. (Sedikit pahit) pengalaman menunjukkan bahwa usaha yang Anda lakukan untuk membuat sesuatu yang khusus untuk bayi, semakin kecil kemungkinan mereka untuk memakannya. Berikan mereka apa yang Anda memiliki. Jika mereka benci, baik, mereka mendapatkan kalori mereka dari susu pula.
   
9. Tentu saja itu akan sempurna jika kita makan setiap kali makan sebagai sebuah keluarga, seperti Waltons tapi ini tidak selalu mungkin. Cobalah untuk menjaga kepala 'kegiatan sosial' Anda, meskipun, bahkan jika itu hanya Anda dan bayi Anda berbagi sandwich di makan siang. Tetap tersenyum, tetap menikmati, tetap membayar perhatian. Ini hanya perilaku yang baik di akhir hari, sesuatu yang tidak pernah terlalu dini bagi seorang anak untuk belajar.
  
10. Jangan terlalu terpaku pada tiga kali sehari, mungkin memerlukan waktu untuk bekerja sampai itu. Apapun yang nyaman dan menyenangkan bagi Anda adalah yang terbaik.
  
11. Dan jangan memasukkan terlalu banyak pada baki kursi tinggi pada satu waktu, hanya beberapa potong makanan akan menghentikan mereka merasa kewalahan.
  
12. Kelaparan yang sebenarnya bisa membuat frustasi bagi bayi ketika mereka masih mendapatkan untuk mengatasi (secara harfiah) dengan hal-hal. 'Makanan' waktu untuk antara feed susu tampaknya menjadi yang terbaik, dan karena itu hanya makanan jari Anda tidak terbatas untuk tinggal masuk Tidak ada alasan mengapa Anda tidak bisa pak Tupperware wee dengan beberapa wortel atau mentimun, membeli pisang ketika Anda keluar atau hanya menarik beberapa bit dari sebuah salad pakaian.
  
13. Jangan pernah menaruh makanan ke dalam mulut anak, biarkan mereka dimasukkan dalam oleh diri mereka sendiri sehingga mereka dapat mengontrol ketika bergerak mundur. Jika bayi lelucon, ingat bahwa itu cara mereka bergerak makanan di sekitar mulut dan jangan panik. Beberapa orang tua telah menemukan bahwa membuat wajah mengunyah berlebihan dan suara mengingatkan anak untuk kembali ke jalur.
  
14. Popok dan isinya mereka segera akan membuat takjub Anda dalam cara-cara Anda tidak pernah berpikir mungkin. Kismis rehydrate, potongan-potongan kecil yang masih hijau brokoli menyelinap melalui sistem pencernaan dan pisang memproduksi kotoran dengan benang hitam aneh. Lihat dan pelajari, wanita.
  
15. Memiliki kamera siap untuk menangkap mereka yang bergetah pertama, tersenyum kuning kemerah-merahan karena sebagai menakutkan karena mungkin tampak, menyapih adalah waktu yang sangat singkat dalam kehidupan anak Anda. Jadi ingat untuk menikmatinya ...

Baby Led Weaning (BLW)

Copas dari sini

Baby Led Weaning (BLW).. Istilah ini aku kenal beberapa minggu sebelum baby K mulai MPASI… Iseng-iseng aku buka thread di forumnya The Urban Mama disini.. Tadinya Cuma liat-liat aja… Eh malah jadi penasaran dan yak… Gak kerasa baca 29 halaman di forum sampai selesai… Banyak juga yak… Mana bacanya via bb, jadi lumayan cureng-cureng deh mata ngeliatnya..

Awalnya aku d mau kasih baby K MPASI pakai metode konvensional alias puree-puree gitu.. Tapi pas banget abis baca thread itu... Jadi tertarik deh sama si BLW ini.. Selain gampang juga gak harus beli macem-macem macam food processor, blender, mixer, dll. Mana mahal pulak... Jadinya bersyukur banget blom sempet beli barang-barangnya udah nemu thread ini..

Dan setelah baca dan cari informasi.. Aku diskusiin sama suami. Alhamdulillah dia setuju. Dan akhirnya... Atas kesepakatan kita berdua, kita mantap mau kasih baby K MPASI dengan metode BLW ini.

Memang banyak yang skeptis dan komplen tentang metode yang aku pakai. Terlebih lagi dari ortu. Maklum, metode ini blom ada di jaman kita masih bayi dulu. Jadi ortu masih terpaku sama metode MPASI konvensional.

Gak salah sih.. Tapi memang tiap orang punya pendapat beda-beda, Dan berhubung masih tinggal dirumah ortu, mau g mau aku juga menyesuaikan metode yang aku pakai. Dan suamiku-pun skali lagi mendukung.



Prinsip dari BLW mudah... Bayi dikasih makanan yang soft cooked (untuk pengenalan) dalam bentuk dan ukuran yang bisa digenggam sama mereka. Dan awalnya mereka akan observasi dulu. Pelan-pelan nanti akan dimakan sama mereka.

Dari awal baca thread dan cari informasi.. Udah diwanti-wanti.. Untuk bayi yang pake metode BLW ini, jangan terlalu pasang ekspektasi tinggi. Jangan juga mengharapkan bayi makan rapih dan akan banyak makanan yang dimakan sama bayi. Namanya juga baru awal dan eksplorasi. Jadi bayi juga blom tentu makan banyak. Tapi diusia ini (6 bulan) orang tua g perlu khawatir. Karena namanya juga MPASI (Makanan Pendamping ASI) jadi sumber makanan utama dari bayi ya masih ASI.

Kadang banyak juga ibu-ibu yang salah kaprah. Dipikirnya dengan bayi lulus ASIX, udah otomatis kebutuhan nutrisi dan makanan utama bayi langsung berubah dari ASI ke makanan. Dari yang aku pelajari... Hingga usia 1 tahun, ASI masih memegang peranan penting dalam memberikan makanan dan nutrisi untuk bayi. Jadi gak usah khawatir kalo bayi makannya masih sedikit. Kan nantinya dilengkapin sama ASI. Itulah salah satu keunggulan ASI.

Yak.. Kembali ke masalah BLW. Dari sumber-sumber yang aku baca, BLW bisa diterapkan asalkan bayi sudah memberikan tanda-tanda siap menerima makanan padat.

5 (lima) tanda bayi siap menerima makanan padat (Ayahbunda, 18 April-01 Mei 2010, hal. 45) :

1. Mampu duduk dengan baik tanpa bantuan
2. Refleks yang otomatis mendorong ke luar makanan dari mulut dengan lidahnya, sudah hilang
3. Sudah siap dan menunjukkan keinginan untuk mengunyah – biasanya ditandai dengan perilaku memasukkan benda-benda yang dipegangnya ke mulut
4. Sudah mampu ”menjepit” atau memegang benda dengan jari-jari tangannya, khususnya ibu jari dan jari telunjuk
5. Antusias dan bersemangat ikut bergabung makan bersama keluarga di meja makan, terlihat berusaha untuk meraih dan memegang makanan di meja untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.

Pada metoda BLW, bayi akan belajar mengunyah lebih dulu, dan bayi akan diberi aneka jenis makanan yang dipotong dengan ukuran dan bentuk yang mudah diambil oleh bayi dengan jari-jari tangannya, antara lain finger food. Bayi tidak diberi makan dengan menggunakan sendok tapi diberi kesempatan mendayagunakan kemampuan jari-jari tangannya untuk mengambil dan memegang makanan yang dia inginkan. Bila bayi sudah siap makan, dia akan menunjukkan ketertarikan untuk mencobanya tanpa ada paksaan.

Baby-Led Weaning. Helping Your Baby To Love Good Food.

Copas dari sini...
 
Baby-Led Weaning

Beberapa minggu sebelum anak kedua saya, Arzachel, berumur 6 bulan, di forum MPASI The Urban Mama ada diskusi mengenai Baby-Led Weaning. Saya sangat tertarik dengan metoda ini. Lalu saya membeli bukunya, Baby-Led Weaning. Helping Your Baby To Love Good Food.


Sesungguhnya, Baby-Led Weaning (BLW) ini bukan sesuatu yang baru, tapi dulu belum ada istilahnya.
Di buku ini terdapat 8 bab.
  1. What is Baby-Led Weaning?
  2. How Does BLW Work?
  3. Getting Started.
  4. First Food.
  5. After The Early Days.
  6. BLW and Family Life.
  7. A Healthy Diet For Everyone.
  8. Troubleshooting.
BLW berbeda dengan MPASI konvensional yang memberikan makanan kepada anak (berusia 6 bulan atau lebih) dengan cara disuapi (spoon-fed). She feeds herself from the start, rather than spoon-fed by someone else.
Manfaat BLW:
  1. It’s Enjoyable.
  2. It’s Natural.
  3. Learning About Food.
  4. Learning to Eat Safely.
  5. Learning About Their World.
  6. Reaching Potential.
  7. Gaining Confidence.
  8. Trusting Food.
  9. Being Part of Family Meals.
  10. Appetite Control.
  11. Better Nutrition.
  12. Long-term Health.
  13. Dealing With Texture and Learning to Chew.
  14. The Chance to Experience Real Food.
  15. A positive attitude to Food.
  16. Easier, Less Complicated Meals.
  17. No Mealtime Battles.
  18. Less Pickiness as A Toddler.
  19. No Need For Games or Tricks.
  20. Baby Isn’t Left Out.
  21. Eating Out Easier.
  22. It’s Cheaper.

Eating out easier.
Disadvantage of BLW:
  1. The Mess.
  2. Other’s People Worries.
Di buku ini pun terdapat beberapa kutipan dari pada ibu yang menerapkan metoda BLW kepada anak-anaknya. Ini salah satunya:
“Everyone says Emmanuel’s skills with his hands are amazing for his age – but i think it’s normal. Every baby should be able to do those things; it’s just that they don’t get the opportunity to practise the way they do if they are feeding themselves a variety of foods every day. But nobody believes me when I say it’s because he’s always fed himself.” – Antonietta, mother of Emmanuel, 2 years.
Troubleshooting
Anak saya, Arza (7 bulan) hingga kini masih bereksperimen dengan memegang makanan yang saya berikan, masih mencium-cium, kadang-kadang dimasukkan ke mulut. Belum banyak makanan yang masuk. Di bagian Troubleshooting, dijelaskan sebagai berikut:
  1. Avoid the temptation to describe your baby as ‘a poor eater’ or to say that he has a ‘poor appetite’. Provided you are still giving him as much breastmilk (or formula) as he wants, he will be eating as much other food he needs – there’s nothing poor about that!
  2. Continue including your baby in mealtimes and letting him handle the food, even if he doesn’t seem interested. That way, he will begin to eat more as soon as he’s ready.
Tips
  1. Turunkan ekpektasi bahwa saat mulai BLW, anak akan langsung makan. Sebagian iya, sebagian tidak. Bayi yang melakukan BLW pada beberapa bulan pertama tidak makan dalam jumlah yang besar. Selalu berpikir bahwa saat makan adalah saat playtimes.
  2. Berniat untuk melakukan BLW? Expect some mess! Sebaiknya sediakan alas bersih yang disimpan di bawah high chair karena si kecil pasti akan menjatuhkan makanan.
  3. Nikmati proses BLW menjadi sesuatu yang menyenangkan. Dengan demikian, si kecil akan lebih yakin dan percaya diri untuk mencoba makanan yang baru dan dia akan menunggu-nunggu saat makan bersama urban Mama :)
Link yang bermanfaat:

  • Silakan bergabung untuk berdiskusi mengenai BLW di forum The Urban Mama.

  • BLW Guidelines BLW Guidelines




  • BLW? Expect the mess!
    Bagi para urban Mama yang tertarik untuk menerapkan metoda BLW, buku ini sangat saya rekomendasikan. Semua pertanyaan yang muncul terjawab dan diterangkan dengan baik melalui buku ini.

    Selasa, 22 November 2011

    Bayi Alergi Susu Sapi

    Setiap orang bisa saja memiliki alergi susu sapi, namun kasus ini lebih banyak ditemui pada bayi. Statistik terakhir menyimpulkan bahwa sekitar 2-3% bayi memiliki alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi, yang notabene merupakan bahan dasar hampir seluruh susu formula. Namun kabar gembiranya, rata-rata alergi ini akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia si bayi.
    Jika Anda curiga bayi Anda memiliki alergi susu sapi, segera konsultasikan dengan dokter Anda tentang jenis pemeriksaan yang harus dilakukan dan alternatif untuk susu formulanya. Namun tidak ada salahnya jika kita sedikit mengupas dasar-dasar mengenai gangguan kesehatan yang satu ini…
    Bagaimana Proses Alergi Terjadi
    Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan (immune system) tubuh si bayi salah dalam menilai, sehingga ia menyangka susu sapi merupakan sesuatu yang membahayakan dan ia bereaksi untuk melawannya. Ini akhirnya memicu reaksi alergi, yang menyebabkan si bayi rewel, gelisah, serta timbul gejala-gejala alergi lainnya.
    Oh ya, hampir seluruh bayi yang alergi susu sapi ternyata juga alergi terhadap susu kambing dan domba. Sebagian kecil lagi juga ternyata alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu kedelai.
    Statistik juga menunjukkan bahwa bayi yang menerima ASI Eksklusif memiliki resiko alergi susu sapi yang lebih rendah dibandingkan dengan yang mengkonsumsi susu formula. Para ahli mempercayai bahwa kelainan ini berkaitan dengan keturunan dan biasanya memang akan menghilang setelah si kecil berusia 3-5 tahun.
    Gejala Alergi Susu Sapi
    Gejala alergi susu sapi biasanya mulai muncul pada beberapa bulan pertama usia si bayi. Gejala ini bisa timbul langsung setelah meminum susu sapi, atau bisa hingga 7-10 hari sesudahnya. Yang terakhir ini lebih sering terjadi.
    Diantara gejala yang timbul setelah 7-10 hari adalah:
    1.Feses yang cair, kemungkinan mengandung darah
    2.Muntah
    3.Gelisah
    4.Ruam atau bercak merah pada kulit
    Biasanya memang lebih sulit terdeteksi, karena hampir sama dengan gejala gangguan kesehatan lainnya.
    Pada alergi yang timbul langsung saat bayi meminum susu sapi, gejalanya antara lain:
    1.Gelisah
    2.Muntah
    3.Pembengkakan
    4.Nafas yang berdesing
    5.Gatal-gatal dan ruam merah pada kulit
    6.Diare disertai darah
    Mendiagnosa Alergi Susu Sapi
    Jika Anda mencurigai adanya alergi susu sapi pada bayi Anda, maka segeralah hubungi dokter Anda. Dia akan bertanya tentang adanya gangguan ini pada keluarga Anda dan akhirnya melakukan pemeriksaan langsung. Biasanya juga akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan lab, diantaranya melibatkan pemeriksaan terhadap feses, darah serta mungkin akan dimasukkan sejumlah kecil susu sapi ke bawah kulit si bayi.
    Terkadang dokter akan meminta Anda menghentikan konsumsi susu sapi selama 1 minggu, kemudian setelah itu bayi Anda akan diminta untuk meminumnya sambil dilihat apakah ada reaksi setelahnya.
    Jika Anda mencurigai adanya alergi susu sapi pada bayi Anda, maka segeralah hubungi dokter Anda. Dia akan bertanya tentang adanya gangguan ini pada keluarga Anda dan akhirnya melakukan pemeriksaan langsung. Biasanya juga akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan lab, diantaranya melibatkan pemeriksaan terhadap feses, darah serta mungkin akan dimasukkan sejumlah kecil susu sapi ke bawah kulit si bayi.
    Cara Mengatasinya
    Jika bayi Anda terbukti memiliki alergi susu sapi dan Anda menyusuinya, maka sangatlah penting bagi Anda sang Ibu untuk membatasi konsumsi seluruh produk yang terbuat dari susu sapi, karena protein susu sapi bisa tersalurkan melalui ASI Anda.
    Jika bayi Anda meminum susu formula, dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk beralih ke susu formula yang terbuat dari kedelai. Jika bayi Anda alergi juga terhadap kedelai, maka bisa dicoba susu formula hipalergenik, dimana proteinnya sudah diuraikan menjadi partikel-partikel, sehingga tidak lagi dapat menyebabkan timbulnya alergi.
    Setelah Anda beralih kepada susu formula yang aman, biasanya gejala alergi susu sapi akan menghilang dalam 2-4 minggu…

    Perkembangan Bayi 0-4 Bulan

    Untuk mengetahui apakah bayi Anda terlahir dalam keadaan sehat, Anda bisa membacanya di “Kelahiran Bayi Sehat“. Selanjutnya, berikut perkembangan bayi normal sejak usia 0-4 bulan…
    Bulan ke-1
    Jangan panik kalau bagian punggung atau pantat si kecil ada kulit yang biru seperti lebam, atau keabu-abuan. Bercak ini biasanya hilang setelah usianya melewati 1 tahun.
    Jangan panik juga jika bentuk kepala bayi Anda kurang simetris, karena ia baru saja melewati jalan yang sempit, yaitu pinggul sang ibu. Matanya mungkin akan tampak sedikit membengkak, hidungnya masih sangat pesek dan kupingnya terlihat agak aneh. Dia akan terus “memperbaiki” penampilannya kok…
    Bahkan pada sebagian bayi, Anda bisa melihat bagian lunak di bagian atas kepalanya berdenyut. Ini masih termasuk normal.
    Pada beberapa hari pertama, mata si kecil biasanya akan terus menutup. Setelah itu matanya akan mampu terus terbuka untuk waktu yang lebih lama. Ia akan bisa melihat wajah Anda pada jarak sekitar 20 cm.
    Pada tahap ini bayi bisa menggerakkan dan memutar kepalanya untuk mencari susu ibunya, bisa meregangkan tangannya, serta mengenggam jari Anda dengan kepalan tangannya.
    Bulan ke-2
    Pada tahap ini gerakan tubuhnya akan semakin membaik. Ia bisa menggapai benda-benda yang menarik perhatiannya, bisa memegang benda kecil dengan gengamannya walapaun hanya sebentar, bahkan ia sudah bisa menepuk-nepuk benda yang disenanginya.
    Cobalah tersenyum kepadanya… jangan kaget kalau ia tersenyum balik kepada Anda. Coba pula membuat berbagai bunyi di dekatnya tanpa membuatnya terkejut. Sebagian bayi akan mendengarkan bunyi tersebut dengan seksama, sementara sebagian lainnya mungkin malah akan menangis.
    Pada akhir tahap ini, sebagian bayi sudah mulai bisa mengangkat kepalanya dan mencoba melihat ke sekeliling ruangan.
    Jika bayi Anda senang, maka ia akan membuat berbagai respon, seperti memandang wajah Anda, mencoba meraih Anda dengan tangannya, tersenyum dan mengoceh.
    Sebaliknya, jika ia sedang kesal, maka respon yang dibuatnya antara lain memalingkan wajahnya dari Anda, menangis, meronta, serta bernafas dengan cepat.
    Si kecil juga sudah mulai suka bereksplorasi menggunakan mulutnya dengan menghisap apa saja yang bisa dan nyaman untuk dihisap. Ia mulai banyak bereksperimen dengan suaranya, serta jarak pandangnya pun bertambah hingga beberapa meter ke depan.
    Bulan ke-3
    Si kecil sudah semakin kuat mengangkat kepalanya jika Anda baringkan ia dalam posisi tengkurap. Bahkan tidak jarang yang sudah bisa mengangkat badannya sedikit pada posisi ini.
    Ia pun semakin mahir menggunakan tangannya. Ia akan senang menyentuh, memegang, serta memukul-mukul dengan kedua tangannya. Ia juga akan sangat menyukai melihat bayangannya sendiri di cermin.
    Pada tahap ini, bayi akan mulai mengenali wajah orang dekatnya dan berbagai benda yang akrab dengannya.
    Bulan ke-4
    Bayi Anda akan mengamati berbagai ekspresi wajah Anda dan menirunya. Sebagian bayi ada yang sudah bisa berguling ke posisi tengkurap sendiri pada tahap ini. Namun akan lebih mudah baginya untuk berguling dari posisi tengkurap ke posisi terlentang.
    Sebagian bayi ada yang sudah mulai muncul giginya pada tahap ini, walaupun ini sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan.
    Demikianlah garis besar perkembangan bayi Anda sejak usia 0-4 bulan. Yang perlu Anda ingat adalah bahwa setiap  bayi memiliki tahapan perkembangan yang unik. Jika bayi Anda agak lamban perkembangannya, jangan langsung panik… kebanyakan masih berada dalam batasan kewajaran.

    Bagaimana Jika Anak Atau Bayi Batuk?

    Seringkah bayi Anda batuk? Jika iya, maka sangatlah bijaksana jika Anda mengetahui terlebih dahulu berbagai jenis batuk pada bayi, apa yang menyebabkannya, serta bagaimana cara mengatasinya.
    Salah-salah, bisa jadi batuk bayi yang Anda anggap remeh, ternyata berbahaya – atau sebaliknya, batuk yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya membuat Anda terlalu cemas berlebihan…
    Asma
    Gejala Batuk yang Disebabkan Asma
    Batuk biasanya dibarengi dengan suara seperti siulan atau bersuit, biasanya berlangsung sampai lebih dari 10 hari. Batuk jenis ini juga seringkali terjadi di malam hari, atau ketika anak atau bayi Anda lelah bermain, atau ketika si kecil terekspos pada suhu udara yang dingin, debu dan asap.
    Penyebab Asma
    Penyakit asma adalah penyakit yang mempunyai banyak faktor penyebab, dimana yang paling sering karena faktor alergi. Faktor-faktor penyebab dan pemicu penyakit asma antara lain debu rumah dengan tungaunya, bulu binatang, asap rokok, asap obat nyamuk, dan lain-lain.
    Asma juga merupakan penyakit keturunan. Bila salah satu atau kedua orang tua, kakek atau nenek anak menderita penyakit asma maka bisa diturunkan ke anak.
    Cara Mengatasi Batuk Bayi yang Disebabkan Asma
    Asma tidak dapat disembuhkan dan obat-obatan yang ada saat ini sebenarnya hanya berfungsi menghilangkan gejala. Namun, dengan mengontrol penyakit asma pada bayi dan anak Anda melalui konsultasi medis -jika asmanya masih taraf ringan- anak Anda dapat bebas dari gejala penyakit asma yang mengganggu sehingga dapat menjalani aktivitas hidup sehari-hari dengan baik.
    Bronchiolitis
    Gejala Batuk yang Disebabkan Bronchiolitis
    Gejala pertama Bronchiolitis biasanya mirip dengan flu biasa:
    1. pilek
    2. batuk ringan
    3. bersin-bersin
    4. demam ringan
    Dalam 7 hari bisa diikuti dengan batuk yang semakin parah yang disertai dahak serta suara nyaring seperti bersiul.
    Penyebab Bronchiolitis
    Bronchiolitis adalah penyakit umum yang banyak diidap oleh bayi dan anak kecil.
    Berbeda dengan Bronchitis, Bronchiolitis merupakan infeksi virus yang terjadi pada saluran udara kecil pada paru-paru yang disebut bronchioles. Ketika radang, mereka akan menyembul dan terisi dengan lendir, sehingga bayi atau anak sulit bernafas.
    Penyakit ini memang paling sering menyerang bayi dan anak-anak kecil dan biasanya terjadi selama 2-3 tahun pertama kehidupan mereka, dengan puncak gejala sekitar umur 3-6 bulan. Bronchiolitis juga lebih sering diderita oleh laki-laki, anak-anak yang tidak minum ASI, dan orang-orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk.
    Walaupun seringkali dianggap ringan, tapi beberapa bayi beresiko untuk terjangkit lebih parah, bahkan hingga memerlukan rawat inap. Kondisi yang menyebabkan resiko Bronchiolitis bertambah parah yaitu bila si bayi atau anak mempunyai latar belakang penyakit jantung, penyakit paru-paru, serta memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit lain atau obat-obatan.
    Cara Mengatasi Batuk Bayi yang Disebabkan Bronchiolitis
    Pastikan bayi atau anak Anda banyak minum. Langkah yang bijaksana adalah memeriksakan kondisinya kepada dokter anak, karena bisa jadi bayi Anda memerlukan perawatan khusus.
    Influenza/ Pilek
    Gejala Batuk yang Disebabkan Influenza
    Batuknya biasanya bersifat basah, tanpa ada suara siulan ataupun ritme nafas bayi yang menjadi cepat. Biasanya batuk jenis ini terlihat pada bayi sepanjang hari,baik siang maupun malam. Gejala lain yang sering ditemui adalah hidung dan mata yang berair, bersin-bersin, serta demam ringan.
    Penyebab Influenza
    Penyebab flu adalah infeksi viral pada bagian hidung, tenggorokan dan saluran pernafasan utama. Batuk yang disebabkan oleh influenza biasanya akan berakhir seiring dengan hilangnya flu, yaitu sekitar 7-10 hari. Tapi pada sebagian kasus, ada juga yang batuknya terus berlanjut hingga 2 minggu.
    Cara Mengatasi Batuk Bayi yang Disebabkan Influenza
    Pertama-tama, usahakan agar saluran pernafasan bayi Anda bersih. Soalnya, saluran pernafasan yang kotor dapat membuat batuknya tambah parah.
    Untuk itu, Anda bisa menggunakan obat tetes hidung atau alat penyedot khusus, karena bayi atau anak Anda tidak bisa mengeluarkan cairan yang menyumbat hidungnya.
    Jika anak Anda sudah berusia lebih dari 2 tahun, maka obat dekongestan bisa saja Anda gunakan. Jika batuknya belum hilang juga setelah 10 hari dan hidungnya masih tersumbat, sebaiknya Anda periksakan lagi ke dokter anak Anda. Bukan apa-apa, takutnya anak Anda menderita penyakit lain seperti asma, sinusitis, atau alergi.
    Batuk Sesak (Croup)
    Gejala Batuk Yang Disebabkan Batuk Sesak
    Batuknya melengking, kering, biasanya sering mulai pada pertengahan malam, suara batuknya tidak seperti batuk biasanya, melainkan lebih seperti gonggongan anjing laut. Suara yang timbul adalah akibat dari pembengkakan di sekitar pita suara (pangkal tenggorokan) dan batang tenggorokan.
    Gejala lain… pada awalnya anak Anda mungkin demam ringan, gejala seperti sesak atau
    pilek selama beberapa hari, suara menjadi serak dan berat yang terjadi sepanjang hari dan akan lebih buruk pada malam hari ketika anak atau bayi Anda menangis.
    Penyebab Batuk Sesak
    Penyakit ini sering disebabkan oleh virus parainfluenza. Kadang-kadang oleh virus respiratory syncytial atau berbagai virus pernafasan lainnya.
    Biasanya penyakit ini tidak memperlihatkan gejala demam. Kerongkongan dan tenggorokan akan membengkak sehingga salurannya menyempit. Banykan ditemui pada anak-anak usia 6 bulan sampai 3 tahun.
    Cara Mengatasi Batuk Sesak
    Dalam kebanyakan kasus, langkah-langkah perawatan sendiri di rumah dapat mempercepat pemulihan anak Anda,sehingga perawatan lebih intensif jarang diperlukan. Sementara itu, anak Anda akan tetap nyaman dengan beberapa langkah sederhana:
    1. Hadapi dengan tenang dan buat anak Anda tenang. Ajak ia duduk, membaca buku atau bermain dengan permainan yang tidak melelahkan. Menangis hanya membuatnya lebih sulit bernafas.
    2. Melembabkan udara. Gunakan humidifier di kamar tidur anak Anda atau bawa anak Anda untuk bernafas dalam udara lembab di kamar mandi yang beruap hangat selama 10 menit.
    3. Buatlah suasana segar dan sejuk. Terkadang bernafas dengan udara segar dan sejuk bisa membantu mengatasi sesak. Bukalah jendela atau hidupkan alat pelembab ruangan. Jika udara di luar rumah lebih dingin, bungkuslah anak Anda dalam selimut dan berjalanlah di luar selama beberapa menit.
    4. Pertahankan anak Anda dalam posisi tegak lurus. Duduk tegak dapat membuatnya bernafas lebih mudah.
    5. Tawarkan minuman. Untuk bayi, Anda bisa memberikan ASI atau formula yang biasa diminumnya. Untuk anak-anak, sup atau buah dingin segar dapat membantu.
    6. Usahakan anak Anda untuk beristirahat. Tidur dapat membantu anak Anda melawan infeksi.
    7. Tidurlah di dekat anak Anda atau bahkan di kamar yang sama, sehingga Anda dapat mengambil tindakan cepat jika gejala anak Anda menjadi parah.
    Anda harus segera mencari bantuan medis jika anak Anda:
    1. Bernafas sangat cepat dengan perut yang kembang kempis dan tampak berjuang untuk mendapatkan udara ke paru-parunya.
    2. Tampak pucat atau kebiru-biruan pada daerah sekitar mulut, hidung dan kuku. Ini pertanda ia tidak mendapatkan cukup oksigen.
    3. Tampaknya sangat gelisah.
    4. Demam dengan suhu badan 39,7 derajat C atau lebih tinggi
    GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
    Gejala Batuk Akibat GERD

    Batuknya berbunyi seperti decitan dan bersifat garing. Biasanya terjadi setelah si kecil makan dan sekali batuk, bayi atau anak Anda akan sulit berhenti. Batuk inipun akan bertambah parah jika si kecil berbaring.
    Jika bayi Anda menderita GERD, maka dia akan rewel dan bisa sesekali muntah.
    Penyebab Batuk Akibat GERD
    GERD (gastroesophageal reflux disease) sebenarnya disebabkan oleh lemahnya pita otot yang berada di antara esophagus dan perut. Ini selanjutnya akan membuat cairan yang seharusnya masuk ke dalam perut, malah mengalir kembali ke atas. Bahkan terkadang cairan ini bisa masuk ke paru-paru anak Anda dan menimbulkan batuk kronis.
    Cara Mengatasi Batuk Akibat GERD

    1. Dudukkan bayi atau anak Anda selama sekitar 30 menit setiap kali sesudah makan.
    2. Tinggikan bantalnya ketika ia tidur.
    3. Untuk anak-anak, sebaiknya mereka berhenti dulu mengkonsumsi makanan seperti soda, coklat, permen, jeruk dan tomat.
    4. Jika penyakitnya berlanjut hingga lebih dari 2 minggu, segera bawa ke dokter.
    Batuk Kering (Pertussis)
    Gejala Batuk Yang Disebabkan Batuk Kering
    Batuknya kering dan sangat panjang. Ketika si kecil batuk, dalam sekali nafas ia bisa batuk lebih dari 20 kali. Dan ketika ia menarik nafas, biasanya Anda bisa mendengar suara melengking tinggi.
    Sebelum batuknya parah, biasanya anak Anda akan menampakkan gejala-gejala flu, tapi tanpa disertai demam.
    Penyebab Batuk Kering (Pertussis)
    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang sangat mudah menyebar, yang menyerang tenggorokan serta paru-paru.
    Cara Mengatasi Batuk Kering (Pertussis)

    Penyakit ini biasanya diobati menggunakan antibiotik. Hubungi dokter Anda. Terkadang, bayi Anda juga harus dirawat untuk menyedot cairan yang menyumbat tenggorokannya. Pada banyak kasus, batuk ini bisa berlangsung hingga bermingu-minggu bahkan berbulan-bulan.

    Bahaya Baby Walker Bagi Bayi Anda

    walker.jpg
    Bertahun-tahun lamanya, baby walker dianggap sebagai alat yang dapat membantu anak berjalan oleh banyak orangtua di seluruh dunia.
     
    Bertolak belakang dengan anggapan tersebut, Sebuah penelitian oleh The American Academy of Pediatrics (AAP) menemukan fakta bahwa penggunaan walker pada bayi justru membahayakan bagi keselamatan bayi anda. Penelitian tersebut juga menghumbau agar para orangtua menghindari pemakaian baby walker bagi anak mereka.
     
    Berikut beberapa fakta yang berhasil di ungkapkan The American Academy of Pediatrics (AAP) tentang bahaya penggunaan baby walker bagi anak anda:
    • Hampir 15.000 kecelakaan yang terjadi pada balita setiap tahunnya, disebabkan oleh penggunaan baby walker sebagai alat bantu berdiri. Bahkan, lebih  dari 35 bayi meninggal sejak tahun 1973 akibat kecelakaan yang disebabkan oleh pemakaian baby walker.
    • Bayi yang sedang berada dalam baby walker nya bisa tertimpa benda akibat dorongan baby walker, bahkan baby walker bisa membuat balita anda dengan mudah meluncur mendekati kompor, kolam atau api. Kecelakaan baby walker yang paling sering terjadi adalah meluncurnya baby walker dari tangga rumah, yang membuat si kecil terguling jatuh dengan posisi kepala dibawah.
    • Adanya pagar pada tangga bahkan tidak menjamin si kecil terhindar dari kecelakaan akibat baby walker jatuh dari tangga, bahkan dengan adanya pengawasan dari orang dewasa sekalipun.
    • Hasil terpenting  dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan walker tidak terbukti mampu meningkatkan perkambangan dan kemampuan anak dalam berjalan. Tidak ada jaminan yang menyatakan dengan memakai baby walker anak bisa berjalan lebih cepat dari bayi lainnya. Penggunaan walker juga menghambat kemampuan anak dalam menggulingkan badan, merangkak, dan merayap, dimana kemampuan tersebut merupakan tahapan bagi anak anda sebelum akhirnya mereka bisa berdiri dan berjalan. Sekaligus berpengaruh terhadap kemampuan motorik dan mentalnya kelak.
     
    (Dikutip dari http://kidshealth.org)