Seiring dengan hebohnya kandungan kimia di botol bayi yang katanya berbahaya (yang bikin jadi ngeliat-liat botol susu kemana-mana pergi...--dasar pengen belanja terus ajah heuheuhe) Jadi dikutiplah beberapa artikel berikut dari info di milis dan dilengkapi dengan my comment.inilah summary-nya artikel 1: be informed artikel 2: amankah botol susu si kecil artikel 3: Kandungan Kimi botol bayi berbahaya artikel 4: Kenali Tanda Segitiga Pda kemasan plastik Semoga bermanfaat!! ARTIKEL 1: Be informed Plastik ada dimana-mana. Ada disekitar rumah kita, tempat kerja, mobil, bungkus pada makanan kita, kulit kita, produk rambut juga. Bisa terdapat pada baju, kacamata, gigi, computers, telephone, tempat makan, mainan dan masih banyak lagi. Plastik sekarang menjadi masalah -- more now than ever before Resiko Kesehatan Mengurangi plastik penting dan baik untuk kesehatan dan lingkungan kita Vinyl atau polyvinyl chloride (PVC) yang terdapat pada plastik melepaskan Dioxin. Dioxin adalah bahan kimia yang sangat persisten yang dapat menyebabkan kanker, immune suppression, gangguan hormon, dan infertility. Zat aditif ditambahkan pada plastik untuk membuatnya tidak kaku (seperti Phthalates) atau kaku (seperti Bisphenol A) dan dapat mengganggu hormon, terutama estrogen. Terpapar BPA pada usia dini dapat menyebabkan kerusakan genetic dan dapat juga menyebabkan keguguran pada wanita. Botol plastik Polycarbonate (#7) mengandung Bisphenol A (BPA), yang dapat lepas dari plastik meski pada temperatur kamar dan dapat menyebabkan kerusakan kromosom dan gangguan hormone. Botol air mineral yang terbuat dari #1 PET atau PETE (Polyethylene terephthalate) yang dapat melepaskan DEHA, zat karsinogenik juka digunakan lebih dari satu kali. Resiko kesehatan dari penggunaan plastik lebih nyata pada anak-anak yang system kekebalan tubuh dan organnya masih tumbuh dan lebih lemah (Dikutip dan diterjemahkan secara bebas banget dari http://www.naturallysustainable.com.au) ARTIKEL 2: Amankah Botol Susu Si Kecil? Yakinkah Anda dengan keamanan botol susu si kecil? Hati-hati! Ternyata benda yang sangat akrab dengan si kecil itu bisa mengeluarkan bahan kimia beracun dan berbahaya; bisphenol-A (BPA). Bisphenol-A (BPA) adalah monomer yang digunakan untuk menghasilkan plastik polikarbonat yang banyak digunakan untuk pembuatan botol susu. BPA ini pulalah yang membuat botol susu menjadi tahan lama dan tampak mengkilat. Tak hanya pada botol susu, BPA juga digunakan sebagai campuran plastik untuk membuat gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa BPA dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas. Peneliti dari University of Cincinnati menemukan, eksposur terhadap air mendidih menyebabkan botol plastik polikarbonat melepaskan BPA hingga 55 kali lebih cepat dari air dingin atau air bertemperatur normal. Menurut Sun C.L dari Departement of Chemistry, Faculty of Science, National University of Singapore, BPA termasuk dalam kelompok bahan kimia yang dikenal sebagai endokrin pengganggu yang menghalangi aktivitas hormon natural dalam tubuh, terutama estrogen. Padahal, hormon dibutuhkan pada hampir setiap proses biologis seperti fungsi imunitas, reproduksi, pertumbuhan bahkan mengontrol hormon lainnya di dalam tubuh. “Mereka bekerja dalam konsentrasi yang sangat kecil. Karena itu dosis yang kecil sekali pun dari endokrin pengganggu dapat membahayakan,” tulis Sun dalam karya ilmiahnya, Migration of Bisphenol A in Baby Milk Bottles. Sun memaparkan, penemuan terbaru menunjukkan bahwa ada korelasi antara BPA dengan penurunan produksi sperma, penambahan berat prostat, dan kanker testis pada laki-laki. Sementara pada perempuan, BPA berpotensi mengakibatkan ketidaknormalan perkembangan endometrium yang dapat menyebabkan infertilitas serta meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Sun menerangkan, anak-anak, terutama bayi yang masih dalam kandungan dan bayi yang baru lahir, memiliki risiko yang paling besar terhadap bahan kimia tersebut. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang dapat berdampak selama periode emas pertumbuhan anak, meskipun akibatnya tidak langsung tampak. Untuk menghindari atau meminimalisir dampak BPA pada si kecil, spesialis anak Dr. Steven Parker, memberikan beberapa tips berikut: Hindari penggunaan botol polikarbonat yang mengandung BPA. Sebagai gantinya gunakan botol bebas BPA, atau botol yang terbuat dari gelas/kaca. Ketika membeli botol plastik, pilihlah botol yang menggunakan polypropylene/polyethylene, yang tidak keras dan tidak mengkilat. Carilah tanda "BPA-free" pada kaleng atau botol susu yang Anda beli. Hindari pemberian teether berbahan plastik/vinyl pada bayi. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik karena dapat memicu pelepasan BPA. Sebagai gantinya, gunakanlah wadah gelas/kaca atau keramik. Cucilah botol dan wadah plastik dengan spons agar tidak merusak lapisan plastiknya. Belajar membaca kandungan dalam plastik. Singkirkan produk plastik yang mengandung bahan-bahan seperti DBP dan DEP, DEHP, DMP. Gunakan polyethylene (#5), dan hindari polikarbonat (#7). Jangan gunakan lagi botol plastik yang sudah tergores/rusak atau kusam. *source www.inspiredkidsmagazine.com ARTIKEL 3: Kandungan Kimia Botol Bayi Berbahaya Kamis, 04 September 2008 | 12:08 WIB TEMPO Interaktif , New York: Kalau anda masih memberikan susu bayi dengan botol, sebaiknya kini berpikir ulang. Dalam penelitian di Amerika baru-baru ini, bisphenol A, salah satu bahan kimia yang digunakan untuk membuat botol bayi dan minuman soda dinyatakan berbahaya untuk kesehatan anak-anak dan masih memerlukan penelitan lebih dalam untuk bisa dipastikan aman digunakan. Tes terhadap hewan telah menunjukkan efek yang berbahaya dari kandungan kimia bahan ini, yang terkenal disebut BPA. The National Toxicology Program melaporkan resiko bahan kimia ini terhadap anak-anak. Orang tua disarankan membatasi penggunaan botol-botol ini dalam keluarga mereka, tapi institusi ini belum merekomendasikan perubahan standar kesehatan Amerika. Dalam penelitian ini, versi terakhirnya telah dilaporkan sejak April, yang menggarisbawahi perbedaan dengan pernyataan pemerintah mengenai standar keamanan zat kimia ini. Staf dari Administrasi Makanan dan Obat mengatakan bahwa laporan terakhir bulan lalu ada selisih perbedaan keamanan untuk bisphenol A ketika digunakan dalam produk yang kontak dengan makanan. "Tidak tertutup kemungkinan BPA mempunyai efek terhadap kesehatan manusia," ujar John Bucher, Direktur Toxicology Group. Dalam pernyataannya, Bucher menambahkan bahwa melihat perkembangan pengaruh bisphenol A terhadap hewan, yang mempunyai tingkat sama dengan manusia. Sementara pada Apri lalu, Kanada menjadi negara pertama yang memastikan label bisphenol A adalah racun dan melarang penggunaannya di botol bayi. Sedangkan Senator dari Partai Demokrat di New York Charles Schumer mengaku akan memperhatikan masalah ini dan mengharapkan bahan kimia ini tidak digunakan dalam produk anak-anak. "Tapi butuh penelitian yang lebih detil dan jelas." Bisphenol A sendiri sesudah jamak digunakan pada produk botol-botol bayi dan minuman soda. Perusahaan minuman soda menggunakan bahan ini untuk melindungi minuman bersentuhan langsung dengan alumunium. Bloomberg| Nur Haryanto http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2008/09/04/brk,20080904-133711,id.html My comment: emang sih kayaknya belum terlalu menghebohkan dari cara pemberitaannya ...buktinya amerika aja belum mengubah standar kesehatannya ato melarang sama sekali penggunaan BPA...apa karna alasan ekonomi kali ya?secara banyak banget botol yang pake BPA..kalo mau ditarik bisa bangkrut semua kali tuuh...tapiiii saya tetap memutuskan untuk mengganti semua botol adek luna pake yang BPA free....ga papa kok serasa beli botol lucu lucu yang baru :)....mesk iagak mahal tapiii demi anak...sayang anak....sayang anak... :D ARTIKEL 4: (yang dikutip dari blog cabincandy) Mengutip: Kenali Tanda Segitiga Pada Kemasan Plastik Akhir-akhir ini sering diulas di televisi tentang kemasan plastik yang berbahaya. Coba kita perhatikan di sekitar kita, sudah dipenuhi dengan sampah plastik yang tentunya sangat sulit untuk didaur ulang. Kita juga sering menjumpai berbagai macam plastik mulai dari tas kresek dengan berbagai macam warna (merah, putih, hitam dll), toples tempat makanan, botol air minum, botol susu, gantungan baju, *compact disk* (CD), pipa paralon dll yang semuanya itu mengandung plastik juga kan? Tentunya kita sebagai manusia awam tidak tahu mana plastik yang aman dan yang tidak aman. Tetapi ternyata sudah diatur dan ditetapkan secara internasional sehingga di negara manapun di dunia ini menggunakan kode dan simbol yang sama. Namun sayang masih banyak yang belum mengetahui seperti apa kode dan simbol tersebut. Bagi manusia awam kode dan simbol tersebut sangat penting untuk diketahui karena berkaitan dengan jenis bahan serta cara dampak pemakaiannya. Kode ini dikeluarkan oleh *The Society of Plastic Industry* pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti *ISO* (*International Organization for Standardization* ). Secara umum tanda pengenal plastik tersebut: 1. Berada atau terletak di bagian bawah 2. Berbentuk segitiga 3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka 4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga Tanda pengenal plastik itu dibagi menjadi 7 buah kelompok. Serta 3 tambahan sehingga totalnya ada 10 buah. Tanda-tanda plastik tersebut adalah: JENIS KE 1: Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan *PETE* atau *PET* (*polyethylene terephthalate* ) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/ tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. *BOTOL JENIS PET/PETE* ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang. JENIS KE 2: Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan *HDPE* (*high density polyethylene* ) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. JENIS KE 3: Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti *PVC* (*polyvinyl chloride*), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain (bukan bertanda 3 dan V) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya). JENIS KE 4: Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. *LDPE* (*low density polyethylene* ) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/ dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah: - Kuat, - Agak tembus cahaya, - Fleksibel dan permukaan agak berlemak. - Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, - Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, - Kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen, - Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini. JENIS KE 5: Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan *PP*. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis *PP* (*polypropylene* ) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan *kode angka 5* bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. *JENIS KE 6:* Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan *PS*. *PS* (*polystyrene* ) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan *styrofoam*, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan *kode angka 6*, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga. JENIS KE 7: Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan *OTHER*. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu: 1. *SAN* –*styrene acrylonitrile* , 2. *ABS* - *acrylonitrile butadiene styrene*, 3. *PC* - *polycarbonate* , 4. *Nylon* Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Plastik dengan jenis 7 yaitu SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman. Bagaimana jenis plastik dengan kode 7 serta tulisan PC? PC –atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak balita (*sippy cup*), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas. Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut? 1. Harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. *Gunakan hanya sekali pakai!* 2. Akan aman bila menggunakan plastik dengan *kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS)* Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan contohnya kita sering membeli gorengan di pinggir jalan, suka minta sama penjualnya yang panas lalu setelah digoreng dimasukkan ke kantong kresek hitam. Ternyata zat pewarna hitam ini kalau terkena panas, bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Makanya mulai sekarang sebisa mungkin hindari membungkus makanan dengan tas kresek ya! Terutama makanan yang masih panas. Demi panjang umur…. Tips buat kita semua bagi para orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk putra-putrinya: 1. Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik *jenis 4 atau 5*. 2. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik *jenis 4 atau 5*. 3. Untuk dot, gunakanlah yang *berbahan silikon*, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot *berbahan latex*. 4. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis *7 PC* (*polycarbonate* ). 5. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas. Yang harus diperhatikan pula oleh kita semua: 1. *Hindari* penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum (biasa digunakan untuk tempat air putih didalam kulkas). Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, *gunakanlah hanya sekali pakai* dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca. 2. *Cegahlah* memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di mocrowave oven. 3. *Cegah* menggunakan kemasan plastik untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak. 4. *Cobalah* untuk mulai menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan. 5. *Cegah* penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu. |
Tampilkan postingan dengan label MPASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MPASI. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Januari 2012
Be BPA aware
Selasa, 29 November 2011
Makanan Bayi Sehat
Beberapa petunjuk yang penting untuk bayi Anda :
A. Minum bayi yang paling baik adalah air susu ibu (ASI)
B. Susu botol hanya boleh diberikan atas petunjuk dokter atau bidan
A. Minum bayi yang paling baik adalah air susu ibu (ASI)
B. Susu botol hanya boleh diberikan atas petunjuk dokter atau bidan
Jadwal Pemberian Makanan untuk Bayi
| Umur (bulan) | Macam Makanan | Pemberian dalam Sehari | Jam Pemberian |
| 0-4 (0-3 mg ASI diberikan sekehendak) | ASI | 6 atau 7 | Diberikan tiap 3 jam 6, 9, 12, 15, 18, 21 dan 24 |
| 4 – 6 | ASI Buah Bubur Susu | 4 atau 5 1 1 | 6, 10, 14, 18, 21 12 8 |
| 6 – 8 | ASI Buah Bubur Susu Nasi Tim Saring | 4 atau 5 1 1 1 | 6, 10, 14, 18, 21 16 8 12 |
| 8 – 10 | ASI Buah Bubur Susu Nasi Tim Dihaluskan | 3 atau 4 1 1 1 | 6, 10, 14, 18, 21 16 8 12, 18 |
| 10 – 12 | ASI Buah Nasi Tim | 3 atau 4 1 3 | 6, 10, 14, 21 16 8, 12, 18 |
| 12 - | ASI* Buah NAsi Tim/Mak. Kel** Mak. Kecil*** (Biskuit, Bb Kacang Hijau, dll) | 2 atau 3 1 3 1 | 6, 14, 21 16 8, 12, 18 10 |
* Bila ASI berkurang dapat diberikan PASI.
** Makanan keluarga yang lembek, mudah dicerna dan tidak pedas.
*** Makanan kecil berupa biskuit, bubur kacang hijau dan lain-lain.
** Makanan keluarga yang lembek, mudah dicerna dan tidak pedas.
*** Makanan kecil berupa biskuit, bubur kacang hijau dan lain-lain.
Cara Pembuatan Makanan Bayi
| | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Air jeruk | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Air tomat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pepaya saring | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pisang ambon | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Bubur susu | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tim saring | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
Arti Singkatan :
|
Rabu, 23 November 2011
Takaran Konsumsi Garam untuk si Kecil
Kekurangan konsumsi garam si kecil akan kekurangan yodium yang terdapat pada garam, zat tersebut berfungsi untuk perkembangan intelegensianya. Namun jangan terlalu berlebihan pula, karena bila kelebihan garam dapat meningkatkan tekanan darah. Kelebihan asupan garam tersebut dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Tidak hanya itu, asupan garam yang terlalu banyak juga dapat membuat anak kegemukan karena sodium mengikat lemak dalam tubuh.
Menurut Consensus Action on Salt and Health, batas maksimal konsumsi garam yang dianjurkan untuk anak-anak adalah sebagai berikut:
Catatan:
2300 miligram setara dengan satu sendok teh.
BLW = kurang gizi ?
Hmmm.. Sering banget denger kata-kata begitu bayi mulai makan, harus dikasih makan puree supaya dia cukuo gizinya, dll dll.. Begitupun mindset orang tua kita.. Begitu bayi mulai dikasih solid food, harus bisa bikin bayi kenyang, supaya gizinya tercukupi dan lain sebagainya.
Tapi smakin banyak yang dipelajarin dan terlebih karena aku milih kasih baby K makan dengan metode Baby Led Weaning (BLW), aku jadi menemukan bahwa banyak yang menyatakan bayi, dibawah 1 tahun gizinya masih dicukupi oleh ASI (bagi bayi yang masih diberikan ASI tanpa ada campuran sufor). Baru pelan-pelan nantinya peranan makanan akan bertambah sehingga mulai mencukupi gizi anak tersebut ketika ia sudah berumur 1 tahun keatas.
Kalau dipikir-pikir.. Iya juga yah MPASI itu adalah Makanan Pendamping ASI.. Jadi otomatis utamanya ya tetep ASI. Nah kenapa juga mikir kalo anak gak dikasih makan atau gak makan, dia bakalan kurang gizi. Sudah terbukti, anak diberi ASIX saja selama 6 bulan, gizinya terpenuhi. Tetep sehat dan tumbuh dengan baik. Jadi kenapa ketika anak lepas dari ASIX dan masuk ke masa MPASI langsung mindset orangtuanya berubah "kalau gak makan, jadi kurang gizi".
Well.. Believe it or not.. Itu yang sering kejadian. Dan memang.. Seiring perjalanan ngasih baby K makan dengan metode BLW banyak yang jadi sangsi. Apalagi baby K juga termasuk bayi yang mungil. Beratnya di usia 7 bulan ini aja baru 6kg kurang sedikit. Jadi suka ada aja orang yang ngebanding-bandingin berat badan baby K dengan bayi lain atau nganggep dia gak sehat alias kurang gizi.. Kurus bukan berarti kurang gizi. Gemuk juga bukan berarti sehat.. CAMKAN ITU!!
Tren berat badan baby K tiap bulan slalu ada kenaikan koq. Walaupun memang gak sebanyak bayi yang lain. Tapi bukan berarti juga dia gak sehat loh. Kita sampe ke 2 dokter, dan dua-duanya menyatakan kalo baby K itu sehat.
Nah balik lagi ke metode BLW.. Seperti yang udah pernah aku tulis, metode BLW itu termasuk metode yang baru. Jadi masih banyak pro dan kontra. Apalagi untuk orang Indonesia yang juga banyak percaya sama istilah "katanya". Jadi dikit-dikit percaya sama "katanya si ini", "katanya si itu", dll.
Dalam menerapkan metode BLW, yang paling pertama harus dilakuin ya rubah mindset kalo gak makan=kurang gizi. Karena di awal, ketika bayi mulai BLW, kebanyakan dari mereka belum mulai makan. Karena namanya juga masih asing dgn makanan, jadi mereka belum mulai masukin makanan ke mulut.
Awalnya bayi akan eksplor makanannya itu. Dari dia pegang-pegang, dia perhatiin, dan sering ujung-ujungnya dia lempar. Makanya.. Harus ekstra sabar kalo liat bayi lempar-lempar makanan diawal BLW.
Tapi lama-lama dia akan belajar, kalo dia dikasih makanan, itu buat dimakan. Dan cara makannya supaya gak keselek ya dikunyah dulu. Too good to be true yah.. Well percaya deh.. Bayi itu amat sangat cerdas. Jadi dia akan belajar banyak. Apalagi dengan metode ini, dia akan belajar untuk eksplorasi dulu makanannya, sedangkan jika bayi dikasih makan puree, boro-boro bisa eksplorasi, karena makanannya bentuknya hanya puree dan bubur saja.
Dari yang aku perhatiin di baby K.. Kemampuan sensorik halusnya cepet banget berkembang. Bahkan diusia yg 7 bulan ini, dia sudah bisa dengan cepet ngambil kertas yang tergeletak diatas meja. Padahal kertas itu kan tipis banget. Untuk ukuran bayi, masih agak susah. Tapi baby K cepet banget bisa ngambil.
Dan yang paling menyenangkan.. Alhamdulillah sampai detik ini baby K gak pernah yang namanya GTM alias gerakan tutup mulut. Apapun makanan yang kita kasih ke dia, slalu dia makan. Dan dia makan pun gak susah dan ribet. Kegiatan makan selalu jadi kegiatan yang menyenangkan buat baby K. Jadi gak perlu tuh harus nyanyi-nyanyi untuk ngiringin baby K makan atau kasih pengalih perhatian supaya dia mau makan. Sekarang cukup dia duduk di high chair, di bacain doa sebelum makan, dia langsung senyum dan gerak-gerakin tangannya seneng. Abis itu ditaro makanan di tray-nya langsung dia ambil dan dimakan deh. Kalau makanannya untuk pengalaman pertama, suka dilihat-lihat dan di eksplor dulu sama dia. Tapi kalau sudah pernah, biasanya cuma dilihat trus gak lama dimakan deh.
Dan senengnya lagi gak usah repot-repot kalo mau pergi sama baby K. Tinggal kukus, potong sesuai pegangan trus bawa deh. Gak ribet harus saring-saring/blender-blender dulu.
Emang dalam ngasih makanan ke baby K, masih sering juga di suapin karena orang tua aku suka khawatir "baby K kelaperan". Tapi walaupun disuapin, makanannya tetep softcooked dan gak dihalusin. Jadi dia tetep ada proses ngunyah dulu. Akupun kadang-kadang kalau pergi sama baby K lebih milih suapin dibanding baby K yang makan sendiri. Karena pergi beberapa kali sendirian, jadi biar cepet aja.. Hehehe..
Nah setelah 1 bulan baby K makan dengan metode BLW ini, berat badan baby K tetep naik koq.. Malah naik 800gr. Dia aktif, perkembangan bagus dan dinyatakan oleh dokternya kalau dia sehat. Jadi apa iya kalau kasih MPASI dengan metode BLw itu = kurang gizi?
Tapi smakin banyak yang dipelajarin dan terlebih karena aku milih kasih baby K makan dengan metode Baby Led Weaning (BLW), aku jadi menemukan bahwa banyak yang menyatakan bayi, dibawah 1 tahun gizinya masih dicukupi oleh ASI (bagi bayi yang masih diberikan ASI tanpa ada campuran sufor). Baru pelan-pelan nantinya peranan makanan akan bertambah sehingga mulai mencukupi gizi anak tersebut ketika ia sudah berumur 1 tahun keatas.
Kalau dipikir-pikir.. Iya juga yah MPASI itu adalah Makanan Pendamping ASI.. Jadi otomatis utamanya ya tetep ASI. Nah kenapa juga mikir kalo anak gak dikasih makan atau gak makan, dia bakalan kurang gizi. Sudah terbukti, anak diberi ASIX saja selama 6 bulan, gizinya ter
Terbitkan Entri
Well.. Believe it or not.. Itu yang sering kejadian. Dan memang.. Seiring perjalanan ngasih baby K makan dengan metode BLW banyak yang jadi sangsi. Apalagi baby K juga termasuk bayi yang mungil. Beratnya di usia 7 bulan ini aja baru 6kg kurang sedikit. Jadi suka ada aja orang yang ngebanding-bandingin berat badan baby K dengan bayi lain atau nganggep dia gak sehat alias kurang gizi.. Kurus bukan berarti kurang gizi. Gemuk juga bukan berarti sehat.. CAMKAN ITU!!
Tren berat badan baby K tiap bulan slalu ada kenaikan koq. Walaupun memang gak sebanyak bayi yang lain. Tapi bukan berarti juga dia gak sehat loh. Kita sampe ke 2 dokter, dan dua-duanya menyatakan kalo baby K itu sehat.
Nah balik lagi ke metode BLW.. Seperti yang udah pernah aku tulis, metode BLW itu termasuk metode yang baru. Jadi masih banyak pro dan kontra. Apalagi untuk orang Indonesia yang juga banyak percaya sama istilah "katanya". Jadi dikit-dikit percaya sama "katanya si ini", "katanya si itu", dll.
Dalam menerapkan metode BLW, yang paling pertama harus dilakuin ya rubah mindset kalo gak makan=kurang gizi. Karena di awal, ketika bayi mulai BLW, kebanyakan dari mereka belum mulai makan. Karena namanya juga masih asing dgn makanan, jadi mereka belum mulai masukin makanan ke mulut.
Awalnya bayi akan eksplor makanannya itu. Dari dia pegang-pegang, dia perhatiin, dan sering ujung-ujungnya dia lempar. Makanya.. Harus ekstra sabar kalo liat bayi lempar-lempar makanan diawal BLW.
Tapi lama-lama dia akan belajar, kalo dia dikasih makanan, itu buat dimakan. Dan cara makannya supaya gak keselek ya dikunyah dulu. Too good to be true yah.. Well percaya deh.. Bayi itu amat sangat cerdas. Jadi dia akan belajar banyak. Apalagi dengan metode ini, dia akan belajar untuk eksplorasi dulu makanannya, sedangkan jika bayi dikasih makan puree, boro-boro bisa eksplorasi, karena makanannya bentuknya hanya puree dan bubur saja.
Dari yang aku perhatiin di baby K.. Kemampuan sensorik halusnya cepet banget berkembang. Bahkan diusia yg 7 bulan ini, dia sudah bisa dengan cepet ngambil kertas yang tergeletak diatas meja. Padahal kertas itu kan tipis banget. Untuk ukuran bayi, masih agak susah. Tapi baby K cepet banget bisa ngambil.
Dan yang paling menyenangkan.. Alhamdulillah sampai detik ini baby K gak pernah yang namanya GTM alias gerakan tutup mulut. Apapun makanan yang kita kasih ke dia, slalu dia makan. Dan dia makan pun gak susah dan ribet. Kegiatan makan selalu jadi kegiatan yang menyenangkan buat baby K. Jadi gak perlu tuh harus nyanyi-nyanyi untuk ngiringin baby K makan atau kasih pengalih perhatian supaya dia mau makan. Sekarang cukup dia duduk di high chair, di bacain doa sebelum makan, dia langsung senyum dan gerak-gerakin tangannya seneng. Abis itu ditaro makanan di tray-nya langsung dia ambil dan dimakan deh. Kalau makanannya untuk pengalaman pertama, suka dilihat-lihat dan di eksplor dulu sama dia. Tapi kalau sudah pernah, biasanya cuma dilihat trus gak lama dimakan deh.
Dan senengnya lagi gak usah repot-repot kalo mau pergi sama baby K. Tinggal kukus, potong sesuai pegangan trus bawa deh. Gak ribet harus saring-saring/blender-blender dulu.
Emang dalam ngasih makanan ke baby K, masih sering juga di suapin karena orang tua aku suka khawatir "baby K kelaperan". Tapi walaupun disuapin, makanannya tetep softcooked dan gak dihalusin. Jadi dia tetep ada proses ngunyah dulu. Akupun kadang-kadang kalau pergi sama baby K lebih milih suapin dibanding baby K yang makan sendiri. Karena pergi beberapa kali sendirian, jadi biar cepet aja.. Hehehe..
Nah setelah 1 bulan baby K makan dengan metode BLW ini, berat badan baby K tetep naik koq.. Malah naik 800gr. Dia aktif, perkembangan bagus dan dinyatakan oleh dokternya kalau dia sehat. Jadi apa iya kalau kasih MPASI dengan metode BLw itu = kurang gizi?
Kamis, 03 November 2011
Pola Makan Sehat Alami berawal dari MPASI Sehat Alami
Pola Makan Sehat Alami berawal dari MPASI Sehat Alami
by Sesama Mamaperah on Thursday, August 4, 2011 at 5:25pm
MPASI Sehat Alami ini sangat body friendly, meminimalkan beban kerja tubuh untuk mencerna makanan/minuman. Jika ibu mengharap anak suka makan sayur, buah, ikan, daging, biasakan pola makan yang sehat alami sejak dari usia 6bulan, pertama kali mengecap makanan selain ASI. Dengan manajemen yang lebih baik, makanan/minuman yang fresh sehat alami dapat selalu tersedia di rumah untuk anak-anak dan keluarga. Such a challange untuk para mamaperah yang merupakan Working Mom. Tapi ini benar-benar investasi kesehatan yang tak ternilai.
Diacu dari buku bapak Wied Harry Apriadji, yang terkenal dengan pola makan sehat alaminya metode Food Combining, with courtesy dari dokumen Group Homemade Healthy Baby Food.
Usia 6 bulan
Buah segar sebagai makanan pertama bayi
Buah segar menjadi pilihan pertama makanan pemula pendamping ASI.
Berbeda dari nasi dan makanan pokok lainnya, buah segar mengandung karbohidrat yang mudah dicerna yaitu gula buah. Kemudahan gula buah dicerna bayi mendekati ASI karena secara alami dilengkapi enzim pencerna. Oleh karena itu, buah digolongkan dalam predigested food atau semidigested food, yaitu makanan yang sudah separuh tercerna.
Sebaiknya bayi usia dini (6-7 bulan) tidak diberi karbohidrat kompleks dalam bentuk nasi dan bahan makanan pokok lain yang tidak mudah dicerna.
Lagipula, nasi dan makanan pokok lainnya tidak dilengkapi enzim pencerna pati sebagaimana buah. Pisang adalah satu-satunya buah kaya pati. Oleh karena itu bayi usia dini tidak diberi pisang dalam jumlah banyak (tidak lebih dari 50 gr setiap kali makan) dan diencerkan.
Pada tahap awal pemberian makanan pendamping ASI, anda bisa mengencerkan pure buah lebih cair dari resep. Tambahan cairan bisa lebih banyak dari jumlah jus buah, kemudian secara bertahap kurangi jumlah cairan hingga sesuai resep.
Biasanya,bayi perlu menyesuaikan diri selama 4-5 hari * Namun dalam milis Gizi Bayi Balita, Pak Wied pun menjelaskan bahwa pengamatan 4-5 hari itu pengamatan maksimum untuk pemberian/pengenalan 1 jenis makanan baru, sebenarnya cukup 2-3 hari untuk tiap 1 jenis makanan baru. Selain untuk menghindari bosan, pengamatan ada tidaknya reaksi alergi (ruam kulit, muntah, diare) terhadap bahan makanan tertentu pada umumnya muncul dalam 24 jam *
Walaupun demikian, patokan ini tidak mutlak karena keterampilan makan setiap bayi tidak sama. Ada bayi yang bisa langsung menyantap pure buah dengan kepekatan seperti resep.
Buah merupakan sumber vitamin C, salah satu jenis vitamin yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh bayi. Betakaroten (provitamin A) juga banyak tersimpan dalam buah, terutama buah berwarna merah atau jingga seperti semangka merah, jambu biji merah, dan pepaya.
Vitamin C dan betakaroten termasuk antioksidan kuat yang mempercepat pemulihan gangguan kesehatan pada bayi.
Avokad berlimpah asam lemak omega 3, salah satu jenis lemak sehat yang baik untuk perkembangan otak bayi dan kecerdasannya.
Buah yang aman dikonsumsi bayi sebagai pendamping ASI sbb :
- Jeruk : Jeruk baby, Jeruk orange, jeruk keprok manis
- Jambu biji: Sebaiknya pilih jambu biji merah karena lebih kaya betakaroten
- Pepaya
- Avokad
- Melon: Melon hijau, melon jingga
- Semangka : Semangka merah, semangka kuning
- Apel manis contohnya apel merah Red Delicious
- Pir Manis contohnya pir Yangli
- Pisang: Pisang ambon
- Mangga Manis: Mangga madu,mangga arumanis,mangga manalagi
Usia 7bulan+
Nasi & Sayuran, sumber karbohidrat kompleks
Setelah buah-buahan segar, secara bertahap pencernaan bayi diperkenalkan dengan bahan makanan lain, yaitu pati (nasi,kentang,dan makanan pokok lainnya) serta serat (beragam sayur-sayuran).
Jika buah mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dicerna, beras dan makanan pokok lainnya mengandung karbohidrat kompleks yang proses pencernaaannya lebih rumit.
Sayuran juga mengandung serat, salah satu jenis karbohidrat yang tidak tercerna.
Pada tahap awal pengenalan nasi dan sayuran, sebaiknya tidak ditambah protein hewani.
Sama seperti makanan pokok, proses pencernaan sumber protein hewani terutama daging sapi dan daging ayam cukup rumit.
Oleh karena itu, biarlah bayi mengenai citarasa makanan secara bertahap.
Selain itu, agar organ pencernaannya tidak bekerja berat mencerna pati dan protein hewani sekaligus.
Jika pada tahap ini Anda menginginkan tambahan protein dalam makanan bayi, Anda bisa menambahkan sumber protein mudah cerna, yaitu tempe yang dihaluskan.
Protein tempe telah diuraikan oleh kapang (jamur) tempe menjadi asam amino sederhana yang lebih mudah dicerna dan diserap tubuh bayi.
Kelebihan lain tempe mengandung zat antidiare.
Selain menjadi sumber serat, sayuran merupakan pemasok beragam mineral dan vitamin.
Sayuran berlimpah zat besi, kalsium dan betakaroten yang merupakan zat-zat gizi yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Manfaat utama serat adalah membantu membuang kotoran kaya zat-zat sampah yang bisa membahayakan kesehatan.
Asupan sayuran juga menyumbang kecukupan serat yang penting untuk pertumbuhan bakteri-bakteri baik dalam usus bayi.
Walaupun serat sayuran penting untuk bayi, sebaiknya sayuran dipilih yang tidak mengandung serat berlebihan.
Lazimnya, nasi dan makanan pokok lain serta sayuran diberikan pada bayi setelah berusia 7 bulan.
Berikut ini makanan pokok yang dapat diberikan pada bayi :
Makanan sumber pati
- Nasi: beras merah,beras putih (utk beras merah harus direndam 4jam sebelum dimasak)
- Kentang
- Ubi jalar: Ubi jalar merah, ubi jalar ungu
- Singkong: Singkong mentega/kuning
- Jagung segar: Jagung manis, jagung biasa
- Makaroni: Makaroni elbow / bengkok mini
- Mi kering: Pilih kualitas bagus tanpa pewarna (sebaiknya dari produsen terpercaya)
- Havermut : quick cooking oats
- Roti :Sebaiknya pilih roti wholewheat (roti gandum)
- Labu kuning : Labu kuning biasa, labu kuning jepang (kabocha)
- Bayam (merah ataupun hijau)
- Kangkung: Kangkung akar/kangkung cabut muda
- Wortel
- Tomat : Tomat merah
- Brokoli
- Kembang kol
- Buncis: Buncis muda atau buncis baby
- Kacang polong segar/beku
Makanan hewani & polong-polongan, sumber protein
Bahan makanan sumber protein baik yang hewani maupun nabati diperkenalkan paling akhir (setelah bayi benar-benar terampil makan). Biasanya, makanan ini diberikan setelah bayi berusia 8 bulan.
Awalnya berupa bubur saring.
Menginjak usia 8 bulan, organ pencernaan bayi sudah bisa dilatih mencerna makanan yang proses pencernaannya rumit, seperti protein hewani.
Dalam kelompok sumber protein hewani hanya yoghurt khusus bayi, yoghurt tawar (plain yoghurt), keju alami (natural cheese) dan tempe yang mudah cerna karena kandungan proteinnya sudah dicerna oleh bakteri dan kapang (jamur).
Usia 9bulan+
Selanjutnya, bayi diberi nasi tim setelah berusia 9 bulan dan sudah tumbuh gigi. Jika setelah 9 bulan bayi Anda belum tumbuh gigi, lanjutkan pemberian bubur saringnya.
Berikut ini sumber protein yg aman utk bayi
- Telur : Terutama kuning telur --> sebaiknya telur ayam kampung
- Hati : Hati ayam kampung, hati sapi
- Daging ikan : Ikan kakap, ikan salmon, ikan gindara,
- Ikan marlin, ikan tenggiri
- Daging ayam kampung: Pilih bagian dada, buang kulit dan lemaknya
- Daging sapi : Pilih yang tidak berlemak dan empuk, yaitu bagian has dalam (sirloin) dan has luar (tenderloin)
- Keju:Pilih keju alami (natural Cheese) yang muda. Kalau susah mencari keju muda, pilih keju yang rendah kadar garamnya, mis merk Prochiz atau Diamond. Itupun tidak diberikan sering, hanya sesekali dalam jumlah sangat sedikit.
- Kacang merah: kacang merah segar, kacang merah kering
- Kacang hijau : Kacang hijau berkulit, kacang hijau kupas (sebaiknya direndam hingga mengembang 4-6 jam) Kacang tolo
- Tempe : Pilih tempe segar, hindari yang sudah berbau amoniak (diparut pelan2 menggunakan parutan kelapa, diserut hati-hati sambil ditekan menggunakan serutan keju atau dicincang halus, dimasak hingga empuk)
- Tahu: Pilih tahu putih tanpa pewarna, tanpa bahan pengenyal dan masih baru (bayi sangat sensitif terhadap kerusakan tahu yang mengakibatkan diare)
Jadwal pemberian makanan pendamping ASI
Umur bayi vs Jenis makanan vs Frekuensi pemberian pendamping ASI
- 6-7 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1 kali
- 7-8 bln ASI Sesuka bayi , Pure buah 1 kali, Bubur lembut 1 kali
- 8-9 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1 kali, Bubur lembut 1 kali, Bubur saring 2 kali
- 9-10 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1 kali, Bubur Saring 1 kali, Makanan Tim 2 kali
- 10-12 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1 kali, Makanan tim 3 kali, Makanan selingan 1-2 kali
NO Gula dan garam
Hindari menambahkan gula ke dalam jus atau pure buah.
Biarkan bayi mengenali keragaman cita rasa manis asli buah. Gula mematikan cita rasa dasar buah sehingga bayi tidak memiliki kekayaan perbendaharaan citarasa makanan.
Tidak menambahkan gula juga penting untuk melatih kepekaan saraf perasa bayi agar kelak tidak menjadi ketagihan gula dan makanan manis.
Selain tidak berguna (karena rasa jus/pure buah sudah manis), gula hanya akan membebani kerja pankreas dan hati (liver) bayi anda.
NO Minyak Sawit
Hindari penggunaan minyak sawit dan turunannya (margarine, dll). Lebih sehat menggunakan minyak zaitun, minyak canola, mentega/butter.
****
Pesan dari Pak Wied :
"Jika berminat menjalankan pola makan sehat alami, silakan gabung ke milis-milis yang saya asuh, dengan cara mengirimkan email ke Food_Combining_Indonesia-subscribe@yahoogroups.com dan/atau Gizi_BayiBalita-subscribe@yahoogroups.com"
Sumber:
Apriadji, Wied H. 2006. VARIASI MAKANAN SEHAT BAYI. Jakarta : Puspa Swara
http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150740741780355
Langganan:
Postingan (Atom)